• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

ISI DAN KULIT

 

Oleh : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc.

Sajian utama edisi oktober 2022

 

Agama Islam memiliki banyak ritual keagamaan. Rasa kebahagiaan dan suka cita selalu kita rasakan ketika memandang mereka yang melakukan ritual-ritual tersebut. Bahkan doa terbaik selalu kita panjatkan semoga Tuhan menjaga mereka. Jika bukan karena mereka yang selalu setia menjaga ritual keagamaan, niscaya anak cucu kita tidak akan mengenal dan mencintai ritual keagamaannya. Ritual atau dalam bahasa Arab disebut Syiar adalah hal yang harus selalu kita jaga, bahkan dalam Al Quran Allah mengingatkan bahwa barang siapa yang menghormati dan menjaga Syiar Agama Islam maka hal tersebut adalah tanda Taqwa dalam hatinya.

 

Menjaga syiar memang penting dan wajib, tetapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu menjaga esensi. Esensi dan makna dari kewajiban-kewajiban yang diperintahkan kepada kita harus selalu kita jaga. Berapa banyak orang yang mencium mushaf sebagai tanda penghormatan kepada Al Quran, akan tetapi menghina dan tidak peduli terhadap sesamanya. Berapa banyak dari kita yang sholat tapi lupa tuhan, zakat tapi lupa sesama, puasa tapi mencaci, dan haji tapi lupa akan rintihan saudaranya. Dimanakah posisi kita sebenarnya? Menegakkan Syiar Agama atau perlahan menghancurkannya?!. Agama lahir atas dasar kasih sayang. Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam diutus untuk menata konsep dan praktek kasih sayang. Makna dari diutusnya Beliau Shallallahu Alaihi wasallam adalah menumbuhkan kasih sayang dalam jiwa dan lubuk hati kita. Beliau mengingatkan hendaknya kasih sayang dilakukan menyesuaikan tempat dan waktu. Dengan diutusnya Beliau, maka sempurnalah konsepsi kasih sayang yang sebenarnya.

 

Dikisahkan bahwa Salah seorang ulama pada zaman dahulu menaruh lonceng kecil di sandal wudhunya. ketika ditanya akan hal itu beliau menjawab maksudnya adalah ketika beliau akan wudhu maka lonceng itu akan berbunyi mengingatkan serangga-serangga kecil yang ada disekitar tempat wudhu agar pergi sehingga tidak hanyut tenggelam di air wudhu beliau.

Ada pula seorang ulama besar yang hidup dizaman kita ketika beliau membersihkan rambutan dari semut-semut beliau berkata: wahai semut, maafkan saya, ridhoi saya.

 

Wajib bagi kita untuk melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-Nya dalam Syiar-syiar Agama, tapi yang tak kalah penting demi tercapainya Sifat Kasih Sayang (Rahmat) adalah bagaimana kita menjaga Esensi dari segala perintah tersebut. Banyak dari kita yang paham cara menjaga "kulit", tapi hanya segelintir manusia yang diberikan anugerah dan ilham dari Tuhan untuk menjaga "isi" dari kulit tersebut. Wama Arsalnaaka Illa Rahmatan Lil Alamin.

Wallahu A'lam.

Tulisan Lainnya
Kebijaksanaan.

Sajian utama edisi November 2022. Oleh: Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Tabiat manusia dibentuk dari kondisi sosial. Baik atau buruk tabiat bergantung kepada siapa seseorang bergaul dan

19/11/2022 12:14 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 21 kali
Prinsip Dasar Agama Islam.

Oleh Muhammad Irfan Zidny. Sajian Utama Agustus 2022.   Agama merupakan kebutuhan paling mendasar dalam mengarungi kehidupan. Solusi dalam setiap detik kehidupan selalu tersajik

10/08/2022 19:40 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 297 kali
Titik Kehancuran

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Sajian Utama Edisi Juli 2022 Profesional adalah syarat mutlak dalam segala hal baik primer, atau sekunder. Sangat manusiawi jika kita lebih memilih t

13/07/2022 12:48 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 239 kali
madrasah ramdhan

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Edisi April 2022 Bulan Ramadhan sedang menyapa kita. Penantian dan harapan kita agar kembali disapa dan dikunjungi Ramadhan sudah dikabulkan. Tentuny

06/04/2022 16:22 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 229 kali
NIKMATNYA PERDAMAIAN

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Edisi maret 2022 Konflik antara ukraina dan Rusia baru saja dimulai. Ketegangan antar kedua negara semakin meningkat. Suara tembakan dan bom terdenga

07/03/2022 11:46 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 293 kali
Habis Gelap Terbitlah Terang

Istilah Aamul huzni agaknya sangat tepat bila dilekatkan pada perjalanan pondok pesantren Qotrun Nada ditahun 2021. Mulai dari virus corona yang masih menjadi pandemi, hingga wafatnya s

20/01/2022 12:15 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 385 kali