• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

Kebijaksanaan.

Sajian utama edisi November 2022.

Oleh: Gus Muhammad Irfan Zidny Lc.

Tabiat manusia dibentuk dari kondisi sosial. Baik atau buruk tabiat bergantung kepada siapa seseorang bergaul dan berinteraksi. Menyalahkan orang lain secara individual tanpa mempertimbangkan faktor eksternal yang memengaruhi itu tidaklah bijaksana. Kita perlu menganalisis komunitas orang yang kita nilai tersebut; baik atau buruk. Kesempurnaan adalah milik sang Pencipta; Allah subhanahu wa taala dan Rasul-Nya Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, serta Orang-orang pilihan. Adapun kita semua adalah makhluk yang berpindah dari satu kesalahan ke kesalahan lain.

Kesalahan adalah hal abstrak yang tidak berwujud. Hasil dari kesalahan itu lah yang memiliki wujud. Ketika ada kesalahan  berarti harus ada perbaikan. Senada dengan kesalahan, kebaikan juga merupakan hal abstrak yang tidak berwujud, hasil nya lah yang berwujud dan berbentuk. Tindakan penghinaan terhadap pelaku kesalahan secara membabi buta tidak dapat dibenarkan. Hendaknya fokus kita adalah pada sisi kesalahan dan bukan gegabah menyimpulkan bahwa: DIA SALAH. Padahal DIA hanya melakukan tindakan keSALAHan.

Pilihan komunitas dalam kehidupan kita tak kalah penting bagi peningkatan kualitas diri kita. Kualitas komunitas yang baik akan berpengaruh bagi individu masing-masing anggota komunitas. Dan ketika sudah memiliki pengaruh kuat, maka pengaruh positif akan menyebar ke komunitas lain yang berdekatan dengan komunitas tersebut. Tanpa kita sadari, gelombang pengaruh positif akan masuk kedalam pikiran kita seraya menata setiap huruf yang keluar dari mulut kita dan mengubah pikiran negatif kita menjadi energi-energi positif.

Menyalahkan orang lain secara berlebihan, tidak objektif dalam menyikapi sikap seseorang, menuduh tanpa mempertimbangkan fakta adalah makanan sehari-hari kita saat ini. Maka sudah seharusnya kita semua introspeksi diri masing-masing bersama komunitas kita masing-masing dan selalu berusaha untuk  mempertimbangkan kebijaksanaan dalam setiap kesimpulan yang kita putuskan.
Wallahu a'lam.

Tulisan Lainnya
ISI DAN KULIT

  Oleh : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Sajian utama edisi oktober 2022   Agama Islam memiliki banyak ritual keagamaan. Rasa kebahagiaan dan suka cita selalu kita rasakan ke

05/10/2022 15:00 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 110 kali
Prinsip Dasar Agama Islam.

Oleh Muhammad Irfan Zidny. Sajian Utama Agustus 2022.   Agama merupakan kebutuhan paling mendasar dalam mengarungi kehidupan. Solusi dalam setiap detik kehidupan selalu tersajik

10/08/2022 19:40 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 296 kali
Titik Kehancuran

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Sajian Utama Edisi Juli 2022 Profesional adalah syarat mutlak dalam segala hal baik primer, atau sekunder. Sangat manusiawi jika kita lebih memilih t

13/07/2022 12:48 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 238 kali
madrasah ramdhan

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Edisi April 2022 Bulan Ramadhan sedang menyapa kita. Penantian dan harapan kita agar kembali disapa dan dikunjungi Ramadhan sudah dikabulkan. Tentuny

06/04/2022 16:22 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 228 kali
NIKMATNYA PERDAMAIAN

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Edisi maret 2022 Konflik antara ukraina dan Rusia baru saja dimulai. Ketegangan antar kedua negara semakin meningkat. Suara tembakan dan bom terdenga

07/03/2022 11:46 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 293 kali
Habis Gelap Terbitlah Terang

Istilah Aamul huzni agaknya sangat tepat bila dilekatkan pada perjalanan pondok pesantren Qotrun Nada ditahun 2021. Mulai dari virus corona yang masih menjadi pandemi, hingga wafatnya s

20/01/2022 12:15 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 385 kali