• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

Habis Gelap Terbitlah Terang

Istilah Aamul huzni agaknya sangat tepat bila dilekatkan pada perjalanan pondok pesantren Qotrun Nada ditahun 2021. Mulai dari virus corona yang masih menjadi pandemi, hingga wafatnya sang kiai; Abuya KH.Burhanuddin Marzuki , Disusul sang Ibunda (Enya Hj.Hasanah ) yang wafat tepat 10 hari setelah kepergian Almarhum, kemudian disusul lagi dengan Ibu mertua beliau dan Ibu dari ust Achya dan umi; (Ibu Hj.Syakiroh) yang wafat menyusul beliau 1 bulan setelahnya. Belum lagi banyaknya keluarga besar Pesantren yang sakit, Seolah jiwa ini ikut merasakan kepedihan mendalam atas musibah bertubi-tubi yang menimpa Rumah tercinta; Qotrun Nada. Setelah bermusyawarah, maka dibuatlah keputusan untuk memulangkan seluruh santri tanpa terkecuali tepat 5 hari setelah wafatnya Sang Pendiri hingga batas waktu yang belum ditentukan. Maka lengkaplah kesedihan dan kepedihan ini.

 

Hari demi hari kami lalui dengan hampa dan tatapan kosong, seolah tanpa arah dan tujuan. Rasa itu hilang seketika, Semangatpun perlahan pudar! Ya Tuhan, jika ini semua adalah akhir dari perjalanan kami,maka percepatlah! Dan, jika ini adalah teguran dari-Mu, Maka maafkanlah kami yang selama ini kufur nikmat!, Tapi jika ini adalah jalan yang harus kami lalui, Maka bantulah kami yang tengah merangkak berlinang air mata kesedihan dan ketakutan.

 

Dua bulan berlalu sejak kepergian beliau, ketika semuanya telah siap, dan sehat, Maka dibuatlah keputusan dan maklumat pemanggilan santri untuk kembali ke pesantren, Alhamdulillah. Walaupun rasa ini belum sepenuhnya terobati, dan hati ini masih diselimuti duka mendalam. Tapi kami berharap setidaknya dengan melihat santri yang sedang antri untuk berwudhu, berbaris dishaff untuk sholat berjamaah,

mendengar lantunan Al-Quran dan puji-pujian dimasjid, Semoga Semangat itu dapat tumbuh kembali mengisi Hati-hati kami yang sedari 2 bulan lalu kosong tanpa arah yang jelas.

 

Kegiatan demi kegiatan pun dimulai. mulai dari kegiatan yang sempat tertunda yaitu Haflatul Wada' dan Khutbatul 'arsy, Kemudian  dilanjutkan dengan pembukaan porseni. Yang disambung dengan pembukaan  Muhadloroh dan Bahtsul Masail. Tahun ajaran baru pun dimulai seminggu kemudian sekaligus pengaktifan kembali progran khusus  Tafaqquh fii ad-Din dan Tahfidz. Dan dilanjutkan dengan peresmian program khusus Bahasa

(Arab & Inggris). Dan dimulailah kembali pengajian-pengajian dan kegiatan organisasi santri.

 

Tepat tanggal 18 oktober 2021 dimulailah Rangkaian pekan Hari santri dan Harlah Pondok Pesantren Qotrun Nada ke-25. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Abuya Habib Abu Bakar Hasan Alatas Azzabidi dengan simbolis pemukulan gong sebanyak 7 kali, dilanjutkan dengan memakan hidangan nasi uduk untuk seluruh santri. Esoknya dilanjutkan dengan perlombaan pembacaan maulid al athos, lomba cerdas cermat, qiroatul kutub, dan banyak perlombaan dan kegiatan  menarik lainnya. Ust zaini Iskandar selaku ketua panitia mengatakan: kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa santri juga punya kreativitas yg tinggi, dan untuk syiar ke masyarakat agar masyarakat bisa lebih mengetahui tentang pesantren Qotrun Nada. Kegiatan berlanjut pada hari kamis setelah subuh, para santri dan asatidz berkumpul di makam buya KH.Burhanuddin marzuki untuk berziarah dan mendengarkan sebagian kisah perjalanan hidup Almarhum Buya.

Kegiatan berlanjut kamis sore yaitu makan nasi liwet sepanjang 25 meter bersama, kemudian Maulid mingguan setelah isya, dan acara puncak hari santri sekaligus Grand Final Lomba Qiroatul Kutub Dan Cerdas Cermat. Acara berlanjut dimalam minggu yaitu pembacaan Qasidah Burdah disambung dengan hiburan gambus khas QN.

Kegiatan pekan Hari santri diakhiri dengan perayaan maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sekaligus Harlah Qotrun Nada ke 25. Acara yg dimulai pukul 8.00 pagi itu berlangsung khidmat dan khusyu'. Acara diakhiri dengan hidangan nasi kebuli diiringi musik gambus munsyidin Qotrun Nada.

 

Inna ma'al 'usri yusro. Seperempat abad yang baru, dengan tantangan baru, Qotrun Nada terlahir kembali. Selamat datang Qotrunnada, Berkhidmat untuk Ummat.

Tulisan Lainnya
Kebijaksanaan.

Sajian utama edisi November 2022. Oleh: Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Tabiat manusia dibentuk dari kondisi sosial. Baik atau buruk tabiat bergantung kepada siapa seseorang bergaul dan

19/11/2022 12:14 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 21 kali
ISI DAN KULIT

  Oleh : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Sajian utama edisi oktober 2022   Agama Islam memiliki banyak ritual keagamaan. Rasa kebahagiaan dan suka cita selalu kita rasakan ke

05/10/2022 15:00 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 111 kali
Prinsip Dasar Agama Islam.

Oleh Muhammad Irfan Zidny. Sajian Utama Agustus 2022.   Agama merupakan kebutuhan paling mendasar dalam mengarungi kehidupan. Solusi dalam setiap detik kehidupan selalu tersajik

10/08/2022 19:40 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 297 kali
Titik Kehancuran

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Sajian Utama Edisi Juli 2022 Profesional adalah syarat mutlak dalam segala hal baik primer, atau sekunder. Sangat manusiawi jika kita lebih memilih t

13/07/2022 12:48 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 239 kali
madrasah ramdhan

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Edisi April 2022 Bulan Ramadhan sedang menyapa kita. Penantian dan harapan kita agar kembali disapa dan dikunjungi Ramadhan sudah dikabulkan. Tentuny

06/04/2022 16:22 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 229 kali
NIKMATNYA PERDAMAIAN

By : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc. Edisi maret 2022 Konflik antara ukraina dan Rusia baru saja dimulai. Ketegangan antar kedua negara semakin meningkat. Suara tembakan dan bom terdenga

07/03/2022 11:46 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 293 kali