• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

KEEP CALM

Oleh: Jiddah Zainab

Perjalanan hidup manusia adalah travelling terpanjang yang harus dilalui oleh kita semua. Jalur jalan yang naik turun, belok lurus, berkerikil, bahkan berlobang besar dan kecil semua harus di lewati dan sebisa mungkin dinikmati oleh Sang traveller.

 

Awal perjalanan ini di mulai pada saat kita mulai menghirup udara pertama dan akan berakhir saat Izrail mencabut nikmat udara.

 

Sungguh, betapapun pandai nya manusia dengan segala kemampuan nya, tak akan ada yg mampu menentukan secara pasti kapan seseorang lahir dan kapan wafat. Manusia hanya mampu memprediksi hal itu, mungkin tepat tapi sering kali tidak tepat.

 

Cara menikmati  travelling Ilahi ini bisa sangat berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Ada manusia yang selalu bersorak gembira, ada yang selalu menggerutu dalam perjalanannya, kadang ada yang berkeluh kesah dan kadang bersuka cita dalam menempuh perjalanan ini.

 

Tuhan sudah menggariskan semua respon manusia atas perjalanan taqdir dalam kalam kalam-Nya. Disebut dalam salah satu ayat,  bahwa manusia secara normal akan bahagia jika mendapat ni'mat dan akan bersedih jika mendapat kan musibah atau fitnah.

 

Padahal kalimat musibah itu adalah kalimat versi manusia utk menunjukan ni'mat Allah yang tidak di inginkan bahkan tidak syukuri oleh manusia.

 

Esensi sebenarnya adalah setiap Qodlo yang telah Allah tentukan untuk kita di zaman azali lalu Allah berikan sebagai taqdir kita di perjalanan Ilahi ini sejati nya semua nya adalah ni'mat.

 

Hanya saja, kadang kita terlalu cepat mengambil kesimpulan atas setiap taqdir yang datang menghampiri. Dengan cepat manusia memvonis bahwa ini adalah musibah, ini adalah fitnah, ini adalah karma untuk kita. Padahal, dalam perjalanan ke depannya, Allah akan buka satu persatu hikmah terbaik dari ni'mat ni'mat yang baru kita lalui.

 

Sayyidina Syeikh Mutawally Sya'rawy, seorang sayyid yang pernah menjabat syeikh Azhar Mesir pernah mengatakan "Kalau manusia tahu bahwa Allah selalu menyiapkan hikmah terbaik dari setiap taqdir yang di jalaninya, mereka akan menangis karna malu telah buruk sangka kepada  kepada Allah"

 

Dalam perjalanan panjang ini, Allah akan mempertemukan kita dengan berbagai macam type manusia, dengan berbagai karakter dan dengan berbagai latar belakang keluarga dan latar belakang pendidikannya.

 

Kita harus banyak belajar untuk menyelami setiap karakter manusia yang kita temui dalam perjalanan Ilahy  ini. LEARNING BY DOING,...kalimat yang sering diucapkan oleh orang-orang pandai disebrang laut indonesia.

 

Tetaplah berusaha menjadi orang baik walau kita diperlakukan tidak baik oleh orang lain dalam perjalanan panjang ini. Cak Nun berkata :Tetaplah mejadi baik, kalau kau beruntung kau akan bertemu orang baik,  atau kau akan di temukan oleh orang baik.

 

Kita harus terus belajar memahami dan merespon setiap karakter manusia yang berhadapan dengan kita sambil terus berkecimpung di dalam lingkaran taqdir ini.

 

Sebaik apapun seseorang dalam hidup nya pastilah memiliki sekumpulan manusia yang tidak menyukai nya, apalagi kalau kita tidak berusaha menjadi orang baik.

 

Tetapi menjadi seseorang yang tidak baik dimata orang lain, tidak harus menjadikan orang  berbalik langkah dan berlari menjauh dari taqdir-Nya

 

Karena kita tidak akan pernah mampu menjaga hati , mata dan telinga orang lain untuk melakukan apa yang mereka inginkan, baik terhadap kita atau terhadap makhluk lainnya.

 

Biarkan mereka melakukan apapun yang mereka inginkan, karna itu adalah bentuk respon mereka terhadap perjalanan mereka sendiri.

 

Tetaplah tenang, tetap lah damai, tetaplah berusaha menjadi orang baik sekalipun respon yang mereka lakukan ditujukan kepada kita adalah respon yang tidak baik. Jangan pernah bereaksi negatif terhadap prasangka buruk seseorang, karna kita sama-sama manusia, kita sama2 traveller yang memang menjalani jalur yang sama walau dengan cara yang berbeda beda.

 

Di satu jalur perjalanan, kadang lajur kiri begitu licin tapi lajur kanan penih dengan kerikil. Tetaplah berjalan dengan tenang dan hati hati karna tidak ada langkah kita yang bisa  luput dari  Muroqobah iIlahy.

 

Jalan licin dan berkerikil memiliki potensi yang sama untuk bisa membuat seorang pejalan kaki menjadi tergelincir dalam langkah hati hati nya. Tetap melangkah dengan tenang dan hati hati dalam kedamaian diri.

 

Lebih dulu merasa diri banyak salah dan banyak dosa akan membuat kita menang di awal perjalanan, karna kita akan selalu sibuk dengan dosa dan aib kita.

 

Dari pada sibuk dengan aib dan dosa orang lain akan membuat kita tergelincir lebih dulu di awal langkah kita, karna mata kita sibuk utk tengok kanan kiri tanpa melihat kemana kaki melangkah.

 

Tetaplah tenang dan istiqomah di tengah perjalanan yang penuh hujan badai dan angin. Karena tidak akan ada cuaca yang kekal dalam perjalanan ini, panas terik, dingin, angin, badai  hujan akan datang sesuai perintah Ilahi.

 

Begitu pula kemudahan dan kesulitan serta kebahagiaan dan kesedihan akan datang silih berganti.

لاحزن يدوم ولا سرور # ولا عسر عليك ولا رخاء

 

Tetaplah melangkah dalam tenang dan istiqomah, biarkan hujan datang , tapi berdoalah kepada ilahi semoga Allah masih memberikan rizki untuk membeli payung dan jas hujan. Tetaplah melangkah dalam tenang dan istiqomah, biarkan panas terik datang, tapi tetaplah berdoa semoga Allah masih memberikan rizki untuk membeli payung dan kacamata hitam.

 

Kita harus bisa menentukan, kapan kita harus melangkah dan kapan harus berhenti sejenak untuk istirahat. Tapi jangan lupa berdoa di saat istirahat ini, semoga Allah masih memberikan waktu  kesempatan untuk duduk bersimpuh di atas sejadah kita untuk selalu mohon petunjuk agar perjalanan kita selalu dalam hidayah-Nya.

 

Semua amal manusia dalam perjalanan panjang ini bisa jadi berisi dosa dan doa. Jadi sibukkan diri kita dengan dosa dan doa kita.

Jangan penuhi dan pengaruhi psikis kita  dengan semua persepsi manusia terhadap dosa dan doa kita.

 

نحن نحكم بالظواهر والله يتولى السرائر

Manusia hanya mampu melihat dhohir manusia lain , Hanya Allah yang mampu melihat dhohir bathin dan semua rahasia rahasia dalam perjalanan ini. Dan di hari Kiamat, di hari pembalasan nanti,  yang kita pertanggung jawabkan adalah doa dan dosa yang kita perbuat, bukan doa dan dosa orang lain perbuat.

 

Tetaplah tenang dan istiqomah dalam perjalanan panjang ini, karna kita tidak  akan pernah tahu ujung akhir dari  perjalanan  waktu yang Allah tentukan untuk kita atau untuk orang lain. Tetaplah tenang dan istiqomah dalam perjalanan ini, serta tetap lah jadi orang baik tanpa harus membalas setiap perbuatan tidak baik yang orang lain tujukan kepada kita.

 

Setiap manusia hidup dengan takdirnya masing masing. Menjadikan manusia Mulya atau menjadikan manusia itu hina adalah hak preogratif Tuhan semesta Alam.

 

Imam Ali ibn Abi Tholib berkata :

 اِذَا اَكْرَمَ اللهُ عَبْدًا بِعِزّةٍ # فَلَن يَقدِرَ المَخْلُوقُ يَومًا يُهِينُهُ

وَمَن كَانَ مَولاَهُ العَزِيزُ اَهَانَهُ # فَلَن يَقدِرَ المَخلُوقُ يَومًا يُعينُهُ

 

Jika Allah sudah memuliakan seseorang dengan suatu kemuliaan, tak akan ada seorang makhluk pun yang mampu menghinakan #

Jika Allah telah menghinakan seorang hamba maka tidak ada seorang manusiapun yang mampu menolongnya

 

Tetaplah tenang, istiqomah dan terus berusaha menjadi orang baik dan bermanfaat  dalam perjalanan panjang ini.

 

Karena kualitas seseorang bukan di lihat dari seberapa banyak orang yang mengenal kita, tapi berapa banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari keberadaan kita di sisi mereka.

 

Suatu ketika, ada seorang syeikh Mukasyyaf berkata kepada Air ; "wahai air kenapa engkau begitu bersabar, menyembunyikan dirimu di dalam tanah ? Lalu air Menjawab : " Aku bersabar karna aku cukup puas ketika rumput mampu menerjemahkan akan keberadaanku dengan warna hijaunya "

 

Subhaanallah, Semoga Allah selalu memberikan segala kekuatan bagi kita untuk selalu menikmati naik turunnya perjalanan Ilahy yang  panjang ini.

 

Besar kecil, tinggi rendah dari tanjakan, turunan, tikungan dan belokan dalam jalur yang kita tempuh, yang terpenting adalah respon terbaik kita utk tidak menyakiti orang lain, supaya di akhir perjalanan kita nanti hembusan nafas akhir kita akan terasa ringan karna tangan dan lisan kita terjaga dari urusan dengan manusia.

 

نسالك العافية ونسالك حسن الخاتمة

والله اعلم بالصواب

Tulisan Lainnya
TRUST ISSUE

Oleh: Jiddah Zainab   

20/07/2024 20:20 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 91 kali
THX

Oleh: Jiddah Zainab  

20/07/2024 19:45 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 101 kali
SELF KNOWLEDGE

Oleh : Ustadzah Halimatussa'diyah, M.Pd “Aku tidak sebaik yang kau ucapkan, tapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas dihatimu” _Ali bin Abi Thalib RA Mengenal diri,

07/07/2024 20:25 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 244 kali
ORA ET LABORA

Oleh: Humaidi Mufa, M.Pd Di balik kata-kata sederhana "Ora et Labora" yang berasal dari bahasa Latin, terdapat filsafat hidup yang dalam dan relevan hingga saat ini. Frasa ini, yang be

05/07/2024 12:54 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 118 kali
MEMAINKAN PERAN

Oleh : Ustadzah Halimatussa'diyah, M.Pd   Takdir terbaik kita adalah apa yang sedang kita jalankan saat ini  _Hani Zakiyah Memainkan peran menjadi orang tua dipesantren m

07/06/2024 08:58 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 176 kali
KONTRIBUSI UNTUK LEMBAGA

Oleh: Humaidi Mufa, M.Pd Banyak cara bagi kita mensyukuri segala anugerah yang telah diberikan kepada kita. Terlebih bagi kita yang telah diberikan kesempatan untuk dapat berkontribusi

05/06/2024 22:34 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 251 kali
EMPATHY

Oleh: Jiddah Zainab   Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah Allhu Akbar walaa Haulaa walaa quwwata illa billahil'aliyyil 'adziim Maha Suci dan Maha Kuasa Allah yang

25/05/2024 13:04 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 328 kali
DIALOG IMAJINER DENGAN BUYA

Oleh: Ustadz Humaidi Mufa, M.Pd **Lokasi: Saung di dekat pesantren, sore hari. Santri, Ali, berteduh duduk bersandar ditepian saung di bawah pohon ceri sambil memandangi air hujan yang

08/05/2024 11:05 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 272 kali
EKSPEKTASI MANUSIA

Oleh : Ustadzah Halimatussa'diyah, M.Pd “Jangan berekspektasi lebih dengan saya karena saya hanya manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, saya hanya manusia yang sedang berus

04/05/2024 08:04 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 611 kali
KEMENANGAN IDUL FITRI MILIK SIAPA?

Oleh: Ustadz Humaidi Mufa, M.Pd   Makna kemenangan hakiki Idul Fitri mengungkapkan esensi puncak dari perjalanan spiritual selama bulan Ramadan. Lebih dari sekadar sebuah perayaa

17/04/2024 23:59 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 269 kali