• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

EKSPEKTASI MANUSIA

Oleh : Ustadzah Halimatussa'diyah, M.Pd

“Jangan berekspektasi lebih dengan saya karena saya hanya manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, saya hanya manusia yang sedang berusaha merakit hal-hal yang pernah runtuh bahkan belum tersusun”

 

Ekspektasi manusia seringkali membuat diri merasa tertekan, karena dengan ekspektasi juga seringkali merujuk pada harapan, keyakinan atau pikiran yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok terhadap suatu peristiwa dan situasi dimasa depan.

Harapan-harapan manusia seakan menjadi tuntutan untuk terus kita penuhi, padahal memuaskan hati manusia tidak akan pernah ada abisnya, keinginan kita A yang orang lain harapkan B begitu seterusnya, apa yang kita lakukan tidak akan pernah diterima bagi orang-orang yang tidak memahami bagaimana sebuah perasaan yang sedang dijaga.

Manusia memang perlu merdeka dari segala keluh kesahnya, manusia juga harus merdeka dari semua tekanan yang ada dalam dirinya, tentang apa yang menjadikannya sulit untuk tumbuh dan berkembang.

Jika saat ini kita menjadi korban atas semua ekspektasi manusia, bangunlah dan tarik diri kita untuk bisa lebih memahami apa yang perlu kita terima dan apa yang seharusnya kita lepaskan, karena tidak semua ucapan manusia menguatkan kadang seringkali meresahkan pikiran.

Namun jika pada saat ini kita menjadi pelaku, berhentilah melakukan hal yang tidak menguntungkan itu, yang perlu kita pahami adalah bahwa kita adalah manusia biasa dan orang-orang disekitar kita juga adalah manusia biasa yang bisa saja melakukan hal-hal yang tak terduga. Kata memanusiakan manusia seringkali kita dengar sebagai penguat diri, dalam arti perlakukanlah manusia disekitar kita dengan baik sebagaimana kita juga ingin diperlkukan baik oleh manusia lain. Berhentilah berekspektasi lebih terhadap apapun yang ada didalam diri orang lain, agar kita tidak menjadi penyebab orang lain terluka, biarkan mereka tumbuh bersama tujuan yang sudah dibuat, jangan berlebihan menafsirkan sesuatu yang sebenernya kita tidak tau apa yang sebenarnya dirasakan dan yang terjadi.

Tak masalah jika kita pernah melakukan salah, asal kita mau belajar memperbaiki yang salah,

Tak mengapa jika kita pernah terjatuh, agar kita tau caranya bangkit kembali,

Tak mengapa juga jika kita kadang tak disukai, karena kita tau memuaskan hati manusia bukanlah tugas kita.

“Ridho manusia adalah hal yang sulit digapai”

Tidak perlu berlarut dalam menyalahkan diri tentang urusan manusia yang penuh dengan segala ekspektasinya. Sadarlah dan terus pahami diri bahwa kita dalah manusia biasa yang tentu lebih banyak memiliki kekurangan dari pada kelebihan.

Semoga tidak ada alasan untuk terus memperbaiki diri, sekalipun jalan sulit untuk ditempuh, ekspektasi manusia yang hadir dengan penuh keyakinan dan harapan manusia yang selalu tinggi tentang hal baik yang datang beriringan.

Ingat kita hanya manusia yang kapan saja bisa salah dan kalah, namun yang terpenting, kita tidak pernah menjadikan abstrak adalah suatu kejahatan yang terus-terusan kita ratapi. Kadangkala gagal dari memahami suatu keadaaan bukan hal yang mengharuskan kita berhenti, melainkan gagal adalah perjalanan panjang yang perlu untuk kita tempuh lagi.

Selamat menyelami kehidupan yang lebih luas, untuk belajar bagaimana menbentuk diri sesuai dengan versi terbaik yang akan kita temui.

Tulisan Lainnya
ABOUT US

By: Jiddah Zainab Bicara "Tentang Kita" adalah pembicaraan tentang keseluruhan dari Cipta, proses perjalanan dan cita- cita dari setiap personel, baik unsur atau struktur, dari A sampa

06/07/2025 18:55 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1287 kali
Tercatat dalam Sejarah: Antara Lupa dan Wafa’

Oleh: Humaidi Mufa Tidak semua yang membangun sejarah merasa penting untuk tercatat. Banyak tokoh besar dalam lintasan waktu yang berjalan tanpa pamrih, tanpa mencatat namanya sendiri

05/07/2025 17:34 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 873 kali
SAFINAH NAJA

Oleh:Jiddah Zainab (Tribute to Sang Kyai 140621 – 140625) Malam itu laut tenang, Langit ditemani bintang, Angin semilir sejuk menghantam ombak tanpa deburan, Semua rahasia menja

14/06/2025 16:08 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1310 kali
MENAPAK JEJAK YANG TAK PERNAH HILANG

Refleksi Haul ke-4 Buya KH. Burhanuddin Marzuki  Oleh: Humaidi Mufa Empat tahun sudah dan masih kami ingat. Suaranya yang tenang, penuh kebijaksanaan, namun setiap katanya menusu

09/06/2025 08:53 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1261 kali
Terdidik dalam situasi mendadak

By: Jiddah Zainab  Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan dengan kesempurnaanNya Allah menciptakan Rasulullah menjadi makhluq yang sempurna. Dan selain itu tak ada lagi makhluq y

02/06/2025 11:33 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 832 kali
TERUSLAH BERGERAK DAN JANGAN BERHENTI

Oleh: Humaidi Mufa Jika jatuh, bangunlah kembali. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita sedang belajar berdiri lebih kuat. Jika gagal, cobalah lagi. Karena kegagalan bukan akhir, m

06/05/2025 18:54 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 882 kali
KEMANA PENDIDIKAN KITA MELANGKAH ?

Oleh : Humaidi Mufa Pendidikan Indonesia lahir melalui semangat perjuangan. Ki Hajar Dewantara, Bapak pendidikan nasional, telah menanamkan nilai-nilai luhur bahwa pendidikan sejatinya

05/05/2025 19:58 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 622 kali
MAGICAL WORDS

By Halimah Sadiyah     Kita mungkin sering melihat dan membaca sebuah tulisan, atau mendengar sebuah kata yang bernyawa dari lisan orang-orang yang mampu memberikan dampak po

04/05/2025 07:51 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 704 kali
11 hari menjemput Surga

In Memoriam Koh Abun By: Jiddah Zainab Tak seorang pun yang tahu bagaimana cerita hidup yang akan di jalaninya. Dari mulai di lahirkan sang Bunda sampai akhir dari perjalanannya di d

30/04/2025 21:47 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 10290 kali
UPDATE AND UPGRADE

By: Jiddah Zainab  Kehidupan manusia akan selalu melalui poros nya. Dalam konteks keimanan, poros seorang mukmin adalah taqdir Allah.  Bagi kaum tertentu, taqdir Allah adalah

14/04/2025 22:14 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 919 kali