{"id":1613,"date":"2026-01-02T09:15:01","date_gmt":"2026-01-02T02:15:01","guid":{"rendered":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?p=1613"},"modified":"2026-01-02T09:15:02","modified_gmt":"2026-01-02T02:15:02","slug":"symbiosis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/","title":{"rendered":"SYMBIOSIS"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>by : Jiddah Zainab<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Puluhan tahun lalu, saat kata &#8221; SYMBIOSIS &#8221; mulai saya kenal di buku mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), otak saya saat itu (sebagai anak SD) cuma faham makna simbiosis berkaitan dengan tumbuhan benalu yang menempel di batang dan dahan pohon.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin banyak anak SD mulai membaca buku buku Rangkuman Pengetahuan&nbsp; tentang Ilmu Pengetahuan Alam , symbiosis dijelaskan&nbsp; sebagai proses hubungan interaksi erat antar makhluq di alam ini demi bertahan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat saya masih di usia Sekolah Dasar , pemahaman saya tentang symbiosis itu cuma berkaitan dengan interaksi lebah dan bunga, interaksi antara ikan remora dan ikan hiu, hubungan benalu dengan pohon mangga serta singa dan harimau di ekosistem yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin bertambah umur dan dewasa, pemahaman tentang simbiosis ini semakin meluas, bukan hanya tentang hewan dan tumbuhan, tentang juga interaksi antara makhluk Tuhan yang lain, yaitu manusia. Baik interaksi antar manusia dengan manusia ataupun interaksi manusia denga hewan dan tumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Para Ahli, symbiosis ini terbagi menjadi symbiosis mutualisme (hubungan interaksi yang saling menguntungkan), symbiosis parasitisme (hubungan interaksi yang merugikan salah satunya), symbiosis komensalisme (hubungan interaksi yang menguntungkan satu pihak tapi tidak merugikan pihak yg lain) dan symbiosis kompetisi ( hubungan interaksi yg saling bersaing di lingkungan yang sama)<\/p>\n\n\n\n<p>Memang agak kurang tepat jika kita menggunakan kata symbiosis untuk membahas tentang interaksi antar manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Karna sejatinya symbiosis itu adalah hubungan intraksi antar 2 organisme yg berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun saya mecoba menarik esensi hubungan antar manusia dengan esensi yang terdapat dalam pembagian symbiosis menurut para ahli.<\/p>\n\n\n\n<p>Karna jika kita perhatikan secara seksama hubungan interaksi antar manusia juga bisa di kelompokkan seperti pengelompokan dalam symbiosis ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada manusia&nbsp; yang saling berinterkasi dan bergaul dengan orang lain karna memang saling berbagi keuntungan antara satu sama lain seperti esensi dalam symbiosis mutualisme. Pola interaksi manusia seperti ini adalah pola saling berbagi kebaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasa saling memiliki dalam interkasi ini menumbuhkan rasa untuk saling berbagi kebaikan dan saling&nbsp; mendukung untuk tumbuh bersama walaupun mungkin tujuan dan misi hidup nya bisa jadi berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia dengan pola interaksi symbiosis mutualisme ini sangat baik untuk kita jaga dalam sebuah hubungan dalam kehidupan. Karna dia akan tetap mendukung orang lain untuk sukses tanpa melupakan melupakan kesuksesan dirinya. Kesuksesan bersama menjadi tujuan walaupun dalam bentuk kesuksesan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ada pula manusia yang hanya mau berinteraksi dan bergaul dengan orang lain tapi dengan niat buruk untuk mengambil keuntungan dari orang lain tanpa mau berbagi kebaikan kepada orang lain. Orang seperti ini hanya terus menerus berharap di beri kebaikan baik berbentuk materi ataupun bantuan lainnya,&nbsp; tanpa ada timbal balik untuk saling berbagi dengan orang lain. Orang seperti ini seperti benalu yang menghisap sari makanan dari pohon yang di tempeli nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia dengan type ini bisa jadi menganut pola symbiosis parasitisme yang akan memberi efek buruk kepada orang sekitar yg berinteraksi bersamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seseorang yang memiliki tipe interaksi symbiosis parasitisme akan&nbsp; memanfaatkan rekannya untuk dapat menghasilkan banyak keuntungan untuk pribadinya. Selama obsesi diri bisa di peroleh dari rekannya, maka dia akan terus berinteraksi sedekat&nbsp; dan selama mungkin . Baik perolehan keuntumgan itu berbentuk materi atau non materi seperti kehormatan dan nama baik seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan mungkin sifat parasitnya bisa mengakibatkan dia merasa lebih hebat dari induk semang nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karna parasit tidak hanya melemahkan bahkan bisa berujung pada kepunahan induk semang<\/p>\n\n\n\n<p>Seyogyanya kita harus bisa menjaga jarak dengan orang yang berpola interkasi symbiosis parasitisme. Karna kemungkinan terbesar&nbsp; adalah orang dengan pola interaksi ini,&nbsp; bukan hanya menguras materi kita secara perlahan tetapi juga bisa menguras energi&nbsp; positif jiwa kita secara perlahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa tetap menjalin hubungan dengan baik dengan orang seperti ini, tapi harus tetap tegas dengan segala drama yg mungkin akan mereka timbulkan di hubungan yang toxic ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola interaksi berikutnya adalah orang yang mengambil keuntungan dari orang lain, akan tetapi orang yang di ambil keuntungannya tidak merasa terganggu dengan kehadiran orang yang menumpang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola interaksi ini hampir sama dengan pola hubungan dalam symbiosis komensalisme, dimana kedua organisme ini bisa hidup bersama. Walau salah satu mengambil keuntungan dari inangnya akan tetapi sang inang tetap bisa melanjutkan kehidupannya tanpa terganggu dengan kehadiran penumpang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau bisa di contohkan adalah seperti orang yang menerima sisa makanan mahal dari sebuah restorant mewah. Pelanggan yang memesan makanan mewah lalu mereka tidak menghabiskannya bisa di berikan kepada orang lain yang membutuhkan. Orang yang menerima sisa makan mewah yang masih sangat layak di makan mendapatkan keuntungan dari pemberian itu, akan tetapi pelanggan yg tidak menghabiskan makanan nya atau menyisakan makanannya tidak merasa di rugikan dengan cara cara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola interaksi dalam symbiosis komensalimse mungkin juga bisa dikaitkan dengan type manusia yang senang bersedekah dan berinfaq kepada sesama.<\/p>\n\n\n\n<p>Jiwa manusia seperti ini akan selalu senang berinfaq akan selalu tersentuh untuk berbagi dengan sekitar tanpa merasa di rugikan oleh orang menerima infaqnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola interaksi seperti ini membutuhkan effort yang kuat baik dari sisi materi&nbsp; dan kebesaran jiwa dan kebersihan hati untuk terbiasa berbagi tanpa pamrih atau tidak berharap balasan dari orang yang menerima kebaikan yang telah di berikan olehnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seyogya nya kita bisa bergaul dengan baik dengan type orang dengan pola interaksi symbioasis komensalisme. Karna bisa melatih kita untuk belajar&nbsp; dan melatih jiwa,&nbsp; raga dan hati kita untuk dapat menebar kebaikan tanpa mengganggu proses dan tujuan serta kesuksesan yang sedangvkita tuju dan kita jalani.<\/p>\n\n\n\n<p>Karna belajar untuk mencintai dan melakukan kebaikan itu amat sangat sulit jika kita tidak memiliki waktu dan ruang gaul yang baik dan cukup untuk tetap istiqomah di jalan kebaikan yang di izinkan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola interaksi berikutnya adalah type orang yang memiliki pola interaksi bersaing dengan sesamanya seperti pola interaksi dalam symbiosis kompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola interaksi ini memiliki efek positif dan negatif terhadap 2 orang yang berinteraksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Persaingan yang positif, mengembangkan pola interaksi yang saling bersaing secara sehat tanpa menjatuhkan satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola interaksi dengan type symbiosis kompetisi yang positif bisa memunculkan manusia manusia yang berjiwa kompetitif untuk menjawab tantangan zaman. Karna orang orang dengan type kompetisi positif&nbsp; ini berupaya menaklukkan segala kelemahan diri dengan berbagai inovasi diri untuk dapat mengalahkan kompetitornya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dalam satu type pola interaksi seperti symbiosis kompetisi, ada juga yang menimbulkan efek negatif jika pola interaksi kompetitif nya, menghalalkan segala cara untuk bisa memenangi persaingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara cara licik untuk menjatuhkan lawan, bisa secara halus atau bahkan secara terang terangan. Kompetisi tidak sehat ini bisa menyebabkan pertikaian yg berkepanjangan karna&nbsp; mereka saling menyakiti demi obsesi pemenangan hasrat duniawi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil akhir dari kompetisi negatif bisa memenangkan salah satu nya atau bahkan membuat kedua kompetitor di posisi yang sama sama kalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal inti dari interaksi dalam kehidupan hamba Tuhan adalah saling tolong menolong dalam taqwa dan kebaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dalam realitasnya empat pola interaksi tadi sering kita temui di sekitar kita. Pola inreraksi seperti apa yang banyak mempengaruhi kita dalam kehiduoan kita selama ini. mutualisme kah ?&#8230; komensalisme kah ? ..Parasitisme kah&#8230;atau salah satu diantara&nbsp; model symbiosis kompetisi&nbsp; tadi. Bahkan mungkin karna begitu luasnya hubungan pertemanan , kita di paksa untuk menemui semua type pola interaksi yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi biasanya, ada pola interaksi yang lebih dominant mempengaruhi pola hidup kita dari orang orang terdekat kita selama ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita berhak bahagia&nbsp; dengan pilihan pola interaksi yang membuat kita nyaman menjalani hidup. Karna hubungan yang toxic berakibat terhadap tumbuh kembang mental kita di masa sellanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pilihan nya ada pada diri kita masing masing,&nbsp; Siapa dan bagaimana kondisi manusia yang&nbsp; berinteraksi dengan kita dan respon kita terhadap type manusia yang kita pilih sebagai close friend untuk berinteraksi dengan kita selama ini,menjadi gambaran siapa kita sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena&#8230;&#8230;<strong>\u0627\u0644\u0645\u0631 \u0621 \u0639\u0644\u0649 \u062f\u064a\u0646 \u062e\u0644\u064a\u0644\u0647<\/strong>&#8230;&#8221; Seseorang itu akan mengikuti agama \/ prinsip hidup dan kebiasaan teman dekat nya, (maka perhatikan lah dengan siapa dia berteman).<\/p>\n\n\n\n<p>Selasa 31 Desember 2025&nbsp; Pukul 17.00 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>Penghujung Tahun 2025 di Qotrun Nada 2 , Cijeruk ,Bogor<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>by : Jiddah Zainab Puluhan tahun lalu, saat kata &#8221; SYMBIOSIS &#8221; mulai saya kenal di buku mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), otak saya saat itu (sebagai anak SD) cuma faham makna simbiosis berkaitan dengan tumbuhan benalu yang menempel di batang dan dahan pohon. Semakin banyak anak SD mulai membaca buku buku Rangkuman Pengetahuan&nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1614,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-1613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-refleksi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>SYMBIOSIS - Pondok Pesantren Qotrun Nada<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SYMBIOSIS - Pondok Pesantren Qotrun Nada\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"by : Jiddah Zainab Puluhan tahun lalu, saat kata &#8221; SYMBIOSIS &#8221; mulai saya kenal di buku mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), otak saya saat itu (sebagai anak SD) cuma faham makna simbiosis berkaitan dengan tumbuhan benalu yang menempel di batang dan dahan pohon. Semakin banyak anak SD mulai membaca buku buku Rangkuman Pengetahuan&nbsp; [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-02T02:15:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-02T02:15:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"430\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/\",\"name\":\"SYMBIOSIS - Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-02T02:15:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-02T02:15:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg\",\"width\":640,\"height\":430},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SYMBIOSIS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"description\":\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe\",\"name\":\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\"},\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/author\/media-publisher\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SYMBIOSIS - Pondok Pesantren Qotrun Nada","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"SYMBIOSIS - Pondok Pesantren Qotrun Nada","og_description":"by : Jiddah Zainab Puluhan tahun lalu, saat kata &#8221; SYMBIOSIS &#8221; mulai saya kenal di buku mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), otak saya saat itu (sebagai anak SD) cuma faham makna simbiosis berkaitan dengan tumbuhan benalu yang menempel di batang dan dahan pohon. Semakin banyak anak SD mulai membaca buku buku Rangkuman Pengetahuan&nbsp; [&hellip;]","og_url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","article_published_time":"2026-01-02T02:15:01+00:00","article_modified_time":"2026-01-02T02:15:02+00:00","og_image":[{"width":640,"height":430,"url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/","name":"SYMBIOSIS - Pondok Pesantren Qotrun Nada","isPartOf":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg","datePublished":"2026-01-02T02:15:01+00:00","dateModified":"2026-01-02T02:15:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#primaryimage","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg","contentUrl":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/kdxf6nmzeuhstcf8xco9.jpg","width":640,"height":430},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/01\/symbiosis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SYMBIOSIS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/","name":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","description":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe","name":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g","caption":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN"},"url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/author\/media-publisher\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1613"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1615,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1613\/revisions\/1615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}