{"id":1660,"date":"2026-02-17T14:56:12","date_gmt":"2026-02-17T07:56:12","guid":{"rendered":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?p=1660"},"modified":"2026-02-17T14:56:14","modified_gmt":"2026-02-17T07:56:14","slug":"sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/","title":{"rendered":"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>(Hasil Diskusi Bersama Pengasuh PP Qotrun Nada)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Oleh : Humaidi Mufa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Peringatan hari besar dalam Islam pada dasarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia adalah makhluk pelupa. Sejarah, teladan, dan nilai luhur tidak akan bertahan jika tidak terus diingatkan. Di titik ini, peringatan memiliki legitimasi, ia berfungsi sebagai pemantik kesadaran kolektif dan menjadi pintu masuk edukasi nilai bagi masyarakat luas. Namun masalahnya bukan pada keberadaan peringatan itu sendiri, melainkan pada kecenderungan dengan menjadikannya tujuan akhir, bukan sebagai sarana menuju perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika peringatan diposisikan sebagai puncak keberagamaan, maka agama direduksi menjadi kalender acara. Nilai hanya digantikan dengan simbol dan proses hanya sekedar digantikan dengan seremoni. Di sinilah terjadi distorsi halus namun sistemik, &nbsp;orang merasa telah \u201cberbuat cukup\u201d hanya karena hadir, mendengar, dan ikut merayakan. Padahal, tidak ada korelasi otomatis antara kehadiran dalam peringatan dengan perubahan karakter. Yang ada hanyalah ilusi spiritualitas atau perasaan religius tanpa konsekuensi yang pas.<\/p>\n\n\n\n<p>Implementasi keseharian justru berada di wilayah yang paling jarang disentuh karena menuntut hal yang tidak populer yaitu keistiqomahan, disiplin, dan pengorbanan ego. Berbeda dengan peringatan yang bersifat kolektif dan terlihat, implementasi mungkin berlangsung dalam ruang privat dan sunyi. Ia tidak memberi panggung, tidak selalu diapresiasi, dan sering kali tidak mendapatkan pengakuan sosial bahkan terkesan dianggap berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara logis, jika tujuan agama adalah membentuk manusia yang berintegritas, maka ukuran keberhasilannya harus dilihat dari adanya perubahan perilaku positif yang bertahan dalam waktu lama, bukan hanya dari intensitas acara dalam satu atau dua hari. Peringatan hanya bernilai jika ia mampu memicu proses internalisasi nilai yang berlanjut menjadi kebiasaan. Tanpa itu, peringatan hanyalah aktivitas kultural yang netral secara moral, memang tidak salah, tetapi juga tidak akan mengubah apa-apa.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah lain yang sering muncul adalah absennya mekanisme refleksi dan evaluasi. Peringatan berlangsung, emosi terbangun, lalu semua kembali ke pola lama tanpa jeda untuk bertanya, apa yang harus berubah setelah ini? Tanpa pertanyaan itu, tidak ada jembatan antara nilai yang disampaikan dan realitas hidup sehari-hari. Akibatnya, pesan agama berhenti sebagai wacana yang selalu berulang, tidak pernah menjadi sistem hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks ini, implementasi keseharian bukan sekadar pelengkap, melainkan inti dari seluruh bangunan keberagamaan. Ia adalah ruang di mana nilai diuji, bukan dikagumi. Akhlak Nabi tidak diukur dari seberapa sering diperingati kelahirannya, tetapi dari seberapa jauh sifat jujur, amanah, dan kasih sayangnya hidup dalam relasi sosial umatnya. Shalat tidak dinilai dari kisah Isra\u2019 Mi\u2019raj yang dikisahkan berulang-ulang, tetapi dari keteraturan, kesadaran, dan dampaknya terhadap perilaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika peringatan tidak diarahkan secara sadar untuk menghasilkan perubahan konkret, maka ia justru berisiko melahirkan kelelahan spiritual dan sinisme. Orang bisa sampai pada titik merasa \u201csudah sering ikut acara tapi hidup tetap sama\u201d, lalu menyimpulkan bahwa agama tidak relevan padahal yang gagal bukan agamanya, melainkan cara menghidupkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, esensi peringatan seharusnya terletak pada kemampuannya mengganggu kenyamanan lama dan memaksa lahirnya keputusan baru. Setiap peringatan idealnya meninggalkan residu perilaku yakni satu kebiasaan yang diperbaiki, satu sikap yang dikoreksi, satu komitmen yang dijaga. Tanpa residu itu, peringatan hanya menjadi siklus rutin yang indah secara estetika namun kosong secara substansi.<\/p>\n\n\n\n<p>Peringatan dan implementasi bukan dua hal yang setara. Implementasi jelas lebih fundamental karena ia adalah tujuan akhir dari seluruh ajaran. Peringatan hanya bernilai sejauh ia menjadi jembatan menuju praktik hidup yang lebih lurus. Ketika jembatan itu tidak dilalui, peringatan kehilangan maknanya, dan agama berisiko berubah dari jalan hidup menjadi sekadar perayaan identitas. Wallahu A\u2019lam (HM)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Hasil Diskusi Bersama Pengasuh PP Qotrun Nada) Oleh : Humaidi Mufa Peringatan hari besar dalam Islam pada dasarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia adalah makhluk pelupa. Sejarah, teladan, dan nilai luhur tidak akan bertahan jika tidak terus diingatkan. Di titik ini, peringatan memiliki legitimasi, ia berfungsi sebagai pemantik kesadaran kolektif dan menjadi pintu masuk edukasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-1660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-refleksi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM - Pondok Pesantren Qotrun Nada<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM - Pondok Pesantren Qotrun Nada\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Hasil Diskusi Bersama Pengasuh PP Qotrun Nada) Oleh : Humaidi Mufa Peringatan hari besar dalam Islam pada dasarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia adalah makhluk pelupa. Sejarah, teladan, dan nilai luhur tidak akan bertahan jika tidak terus diingatkan. Di titik ini, peringatan memiliki legitimasi, ia berfungsi sebagai pemantik kesadaran kolektif dan menjadi pintu masuk edukasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-17T07:56:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-17T07:56:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"284\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"177\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/\",\"name\":\"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM - Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-02-17T07:56:12+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-17T07:56:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg\",\"width\":284,\"height\":177},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"description\":\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe\",\"name\":\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\"},\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/author\/media-publisher\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM - Pondok Pesantren Qotrun Nada","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM - Pondok Pesantren Qotrun Nada","og_description":"(Hasil Diskusi Bersama Pengasuh PP Qotrun Nada) Oleh : Humaidi Mufa Peringatan hari besar dalam Islam pada dasarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia adalah makhluk pelupa. Sejarah, teladan, dan nilai luhur tidak akan bertahan jika tidak terus diingatkan. Di titik ini, peringatan memiliki legitimasi, ia berfungsi sebagai pemantik kesadaran kolektif dan menjadi pintu masuk edukasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","article_published_time":"2026-02-17T07:56:12+00:00","article_modified_time":"2026-02-17T07:56:14+00:00","og_image":[{"width":284,"height":177,"url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/","name":"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM - Pondok Pesantren Qotrun Nada","isPartOf":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg","datePublished":"2026-02-17T07:56:12+00:00","dateModified":"2026-02-17T07:56:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#primaryimage","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg","contentUrl":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/images-2.jpeg","width":284,"height":177},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/refleksi\/2026\/02\/sebuah-refleksi-memperingati-hari-besar-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SEBUAH REFLEKSI MEMPERINGATI HARI BESAR ISLAM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/","name":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","description":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe","name":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g","caption":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN"},"url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/author\/media-publisher\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1662,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1660\/revisions\/1662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}