{"id":701,"date":"2025-03-18T09:15:00","date_gmt":"2025-03-18T02:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?p=701"},"modified":"2025-07-16T12:11:59","modified_gmt":"2025-07-16T05:11:59","slug":"rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/","title":{"rendered":"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Manaqib edisi Maret 2025.<\/strong><br><strong>Oleh: Muhammad Irfan Zidny.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi adalah seorang pemikir, ulama, dan reformis asal Mesir yang dikenal sebagai pelopor modernisasi dalam dunia Islam, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Ia merupakan salah satu tokoh pertama yang mendorong keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan Barat tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Sebagai seorang akademisi lulusan Al-Azhar, al-Tahtawi memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat. Namun, pengalaman studinya di Prancis membuka perspektif baru tentang modernitas, tata kelola pemerintahan, dan sistem pendidikan yang lebih maju. Sekembalinya ke Mesir, ia menjadi motor penggerak reformasi pendidikan dan penerjemahan karya-karya ilmu pengetahuan dari Prancis ke bahasa Arab. Melalui berbagai tulisannya, al-Tahtawi menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk mencapai kemajuan peradaban Islam. Ia juga memperjuangkan pendidikan bagi perempuan, sesuatu yang sangat revolusioner pada zamannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehidupan awal dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi lahir pada 15 Oktober 1801 di desa Tahta, Provinsi Sohag, Mesir Hulu. Nama belakangnya, &#8220;al-Tahtawi,&#8221; diambil dari nama desanya. Ia berasal dari keluarga ulama dan memiliki garis keturunan yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad melalui cucunya, Husain bin Ali. Sejak kecil, al-Tahtawi dibesarkan dalam lingkungan yang religius dan dididik dalam ilmu-ilmu keislaman. Ayahnya, seorang ulama terkemuka, memberikan pendidikan dasar dalam Al-Qur\u2019an, hadis, fiqih, dan bahasa Arab. Dari usia muda, ia menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai disiplin ilmu. Pada usia 16 tahun, al-Tahtawi dikirim ke Universitas Al-Azhar di Kairo, yang merupakan pusat pendidikan Islam terbesar di dunia. Di sana, ia belajar di bawah bimbingan ulama besar, termasuk Syekh Hasan al-\u2018Attar, seorang pemikir yang memiliki pandangan reformis dan terbuka terhadap ilmu pengetahuan modern. Di Al-Azhar, ia mendalami berbagai bidang ilmu, antara lain: Tafsir Al-Qur\u2019an, Hadis, Fiqih Mazhab Syafi\u2019i, Bahasa Arab klasik, Filsafat Islam, Ilmu kalam dan logika. Selain itu, ia juga mulai tertarik pada sejarah, geografi, dan ilmu pengetahuan umum. Pergaulannya dengan Syekh Hasan al-\u2018Attar sangat berpengaruh dalam membentuk pemikirannya tentang pentingnya reformasi pendidikan dan keterbukaan terhadap ilmu dari peradaban lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perjalanan ke Prancis: Titik Balik Pemikiran<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1826, penguasa Mesir Muhammad Ali Pasha mengirim sekelompok mahasiswa ke Prancis untuk mempelajari ilmu pengetahuan modern. Al-Tahtawi ditunjuk sebagai imam dan pembimbing spiritual bagi para mahasiswa ini. Setibanya di Prancis, al-Tahtawi mengalami kejutan budaya. Ia menemukan masyarakat yang sangat berbeda dari yang ia kenal di Mesir. Namun, ia tidak menutup diri dan mulai belajar bahasa Prancis serta membaca berbagai buku tentang filsafat, hukum, sains, dan ilmu sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Beberapa hal yang ia pelajari selama lima tahun di Prancis:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Pemerintahan berbasis hukum \u2192 Ia mengagumi sistem hukum Prancis yang adil dan transparan.<br>2. Pendidikan yang sistematis \u2192 Ia melihat bagaimana sistem pendidikan modern menciptakan masyarakat yang lebih maju.<br>3. Kebebasan akademik dan ilmiah \u2192 Ia menyadari pentingnya kebebasan berpikir dalam kemajuan peradaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyimpulkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern dan bahwa dunia Islam harus mengadopsi metode pendidikan yang lebih maju tanpa kehilangan nilai-nilai agamanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kembali ke Mesir: Reformasi Pendidikan dan Pemikiran<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah kembali ke Mesir pada tahun 1831, al-Tahtawi mulai menerapkan gagasannya dalam berbagai bidang.<br>Beberapa karya intelektual al-Tahtawi yang paling berpengaruh adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. &#8220;Takhlis al-Ibriz fi Talkhis Paris&#8221; (1834). Buku ini berisi pengamatannya tentang Prancis, termasuk sistem pemerintahan, pendidikan, dan budaya. Ia menekankan bahwa umat Islam harus belajar dari peradaban lain untuk mencapai kemajuan.<br>2. &#8220;Manahij al-Albab al-Misriyyah fi Mabahij al-Adab al-\u2018Asriyyah&#8221;. Buku ini membahas sistem pendidikan ideal yang menggabungkan ilmu agama dan ilmu modern.<br>3. &#8220;Al-Murshid al-Amin li al-Banat wa al-Banin&#8221;. Buku ini menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan, sebuah gagasan yang sangat revolusioner pada zamannya.<br>4. Terjemahan Karya-Karya Ilmiah. Al-Tahtawi menerjemahkan banyak buku dari Prancis ke dalam bahasa Arab, sehingga membuka wawasan masyarakat Muslim terhadap ilmu pengetahuan modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nilai-Nilai Kehidupan yang Bisa Diteladani:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Cinta Ilmu dan Pendidikan. Al-Tahtawi mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan ilmu pengetahuan. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan umat Islam.<br>2. Keseimbangan Tradisi dan Modernitas. Ia menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan modernisasi. Ia mengambil yang terbaik dari peradaban Barat tanpa kehilangan nilai-nilai Islam.<br>3. Keterbukaan terhadap Ilmu Pengetahuan Baru. Ia belajar dari peradaban lain dan menerapkannya untuk kemajuan dunia Islam.<br>4. Pendidikan untuk Semua, Termasuk Perempuan. Ia adalah salah satu ulama pertama yang memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan.<br>5. Keadilan Sosial dan Pemerintahan yang Baik. Ia mengagumi sistem hukum yang adil dan menekankan pentingnya keadilan dalam Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhir Hayat dan Warisan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1873, Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi meninggal dunia. Namun, pemikirannya terus menginspirasi generasi Muslim berikutnya. Reformis seperti Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani banyak dipengaruhi oleh gagasan-gagasannya. Melalui dedikasinya, al-Tahtawi membuktikan bahwa integrasi antara Islam dan ilmu pengetahuan modern adalah kunci kemajuan peradaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Albert Hourani, Arabic Thought in the Liberal Age<br>2. P.J. Vatikiotis, The History of Modern Egypt<br>3. Charles Tripp, The Power and the People<br>4. Rifa\u2019ah al-Tahtawi, Takhlis al-Ibriz fi Talkhis Paris<br>5. Malcolm H. Kerr, Islamic Reform: The Political and Legal Theories of Muhammad Abduh and Rashid Rida<br>6. Wikipedia (id, en, ms)<br>7. Afkaruna.id, Rifa\u2019ah Tahtawi: Sang Pejuang Pendidikan untuk Perempuan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wallahu&nbsp;a&#8217;lam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manaqib edisi Maret 2025.Oleh: Muhammad Irfan Zidny. Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi adalah seorang pemikir, ulama, dan reformis asal Mesir yang dikenal sebagai pelopor modernisasi dalam dunia Islam, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Ia merupakan salah satu tokoh pertama yang mendorong keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan Barat tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Sebagai seorang akademisi lulusan Al-Azhar, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-manaqib"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan - Pondok Pesantren Qotrun Nada<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan - Pondok Pesantren Qotrun Nada\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Manaqib edisi Maret 2025.Oleh: Muhammad Irfan Zidny. Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi adalah seorang pemikir, ulama, dan reformis asal Mesir yang dikenal sebagai pelopor modernisasi dalam dunia Islam, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Ia merupakan salah satu tokoh pertama yang mendorong keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan Barat tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Sebagai seorang akademisi lulusan Al-Azhar, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-18T02:15:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-16T05:11:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"840\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/\",\"name\":\"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan - Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-18T02:15:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-16T05:11:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg\",\"width\":840,\"height\":450,\"caption\":\"image - Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website\",\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"description\":\"Pondok Pesantren Qotrun Nada\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe\",\"name\":\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN\"},\"url\":\"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/author\/media-publisher\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan - Pondok Pesantren Qotrun Nada","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan - Pondok Pesantren Qotrun Nada","og_description":"Manaqib edisi Maret 2025.Oleh: Muhammad Irfan Zidny. Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi adalah seorang pemikir, ulama, dan reformis asal Mesir yang dikenal sebagai pelopor modernisasi dalam dunia Islam, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Ia merupakan salah satu tokoh pertama yang mendorong keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan Barat tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Sebagai seorang akademisi lulusan Al-Azhar, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/","og_site_name":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","article_published_time":"2025-03-18T02:15:00+00:00","article_modified_time":"2025-07-16T05:11:59+00:00","og_image":[{"width":840,"height":450,"url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/","name":"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan - Pondok Pesantren Qotrun Nada","isPartOf":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg","datePublished":"2025-03-18T02:15:00+00:00","dateModified":"2025-07-16T05:11:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#primaryimage","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg","contentUrl":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-Rifaah-Rafi-al-Tahtawi-1801\u20131873-Sang-Revolusioner-Pendidikan.jpg","width":840,"height":450,"caption":"image - Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/manaqib\/2025\/03\/rifaah-rafi-al-tahtawi-1801-1873-sang-revolusioner-pendidikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rifa\u2019ah Rafi\u2019 al-Tahtawi (1801\u20131873); Sang Revolusioner Pendidikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#website","url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/","name":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","description":"Pondok Pesantren Qotrun Nada","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/b8ca3941165a2894608fcefe68584abe","name":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1a5f64753457878d280afeb3e2b878910adf5bf917b3e20d27f080055525abe6?s=96&d=mm&r=g","caption":"TIM REDAKSI JURNALIS PPQN"},"url":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/author\/media-publisher\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=701"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":703,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/701\/revisions\/703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qotrunnada-depok.ponpes.id\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}