Syukuri, Nikmati dan Jalani
By : Ustazah Halimah

“Semesta tau kapan kita harus terdiam dan bangkit, saat sebagian orang berusaha menjatuhkan harapan, ribuan orang dihadirkan Tuhan untuk menyelamatkan keadaan, Terimakasih Ya Rabb atas ketenangan jiwa dan raga yang masih berdamai. Bertahan dan beradaptasi dengan banyaknya tantangan”
Syukuri, apapun yang datang kepada kita, tak melulu soal bahagia kita baru bersyukur, dengan kita bersyukur mungkin kebahagiaan akan datang. Tidak masalah semakin berat, asal kita mempunyai optimisme untuk semakin kuat, semoga dengan itu Allah menjadikan kita orang pilihan-Nya yang selalu berusaha taat.
Bersyukur atas segala nikmat yang Allah datangkan kepada kita adalah bentuk kewajiban yang harus kita lakukan, apa yang dinikmati hari ini tidak terlepas dari ridho orang tua dan guru, dan doa beliaulah yang mampu menghantarkan kita sampai pada keadaan hari ini yang selalu dihiasi dengan ketenangan dan kedamaian.
Nikmati, apa saja yang dihadapkan kepada kita, jangan banyak berkeluh kesah, saat kita mampu menikmati alur kehidupan nyata kita akan belajar bagaimana menerima pahitnya realita.
Kita mungkin menyimpan luka yang banyak dan amat mendalam, hingga hanya terfokus pada sebagian rasa yang selalu dipenuhi dengan kekhawatiran. Padahal mungkin itu cara Allah untuk membuat kita dekat lagi dan menyadarkan kita kepada siapa kita berhak untuk kembali
Jalani, jangan berhenti... Jangan berubah... Jangan menyerah, kuncinya memang kita harus terus berjalan, sebanyak apapun beban yang dihadapkan, beruntungnya Allah yang selalu menguatkan saat lemah datang orang-orang baik dihadirkan-Nya untuk bertahan.
Tulisan Lainnya
ABOUT US
By: Jiddah Zainab Bicara "Tentang Kita" adalah pembicaraan tentang keseluruhan dari Cipta, proses perjalanan dan cita- cita dari setiap personel, baik unsur atau struktur, dari A sampa
Tercatat dalam Sejarah: Antara Lupa dan Wafa’
Oleh: Humaidi Mufa Tidak semua yang membangun sejarah merasa penting untuk tercatat. Banyak tokoh besar dalam lintasan waktu yang berjalan tanpa pamrih, tanpa mencatat namanya sendiri
SAFINAH NAJA
Oleh:Jiddah Zainab (Tribute to Sang Kyai 140621 – 140625) Malam itu laut tenang, Langit ditemani bintang, Angin semilir sejuk menghantam ombak tanpa deburan, Semua rahasia menja
MENAPAK JEJAK YANG TAK PERNAH HILANG
Refleksi Haul ke-4 Buya KH. Burhanuddin Marzuki Oleh: Humaidi Mufa Empat tahun sudah dan masih kami ingat. Suaranya yang tenang, penuh kebijaksanaan, namun setiap katanya menusu
Terdidik dalam situasi mendadak
By: Jiddah Zainab Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan dengan kesempurnaanNya Allah menciptakan Rasulullah menjadi makhluq yang sempurna. Dan selain itu tak ada lagi makhluq y
TERUSLAH BERGERAK DAN JANGAN BERHENTI
Oleh: Humaidi Mufa Jika jatuh, bangunlah kembali. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita sedang belajar berdiri lebih kuat. Jika gagal, cobalah lagi. Karena kegagalan bukan akhir, m
KEMANA PENDIDIKAN KITA MELANGKAH ?
Oleh : Humaidi Mufa Pendidikan Indonesia lahir melalui semangat perjuangan. Ki Hajar Dewantara, Bapak pendidikan nasional, telah menanamkan nilai-nilai luhur bahwa pendidikan sejatinya
MAGICAL WORDS
By Halimah Sadiyah Kita mungkin sering melihat dan membaca sebuah tulisan, atau mendengar sebuah kata yang bernyawa dari lisan orang-orang yang mampu memberikan dampak po
11 hari menjemput Surga
In Memoriam Koh Abun By: Jiddah Zainab Tak seorang pun yang tahu bagaimana cerita hidup yang akan di jalaninya. Dari mulai di lahirkan sang Bunda sampai akhir dari perjalanannya di d
UPDATE AND UPGRADE
By: Jiddah Zainab Kehidupan manusia akan selalu melalui poros nya. Dalam konteks keimanan, poros seorang mukmin adalah taqdir Allah. Bagi kaum tertentu, taqdir Allah adalah