• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

Rubah Insecure Jadi Bersukur

By: Ustadzah Halimatus Sadiyah S.Pd

“Hidup itu belajar dari setiap peristiwa yang orang lain rasakan, bisa jadi peritiwa yang orang lain rasakan itu adalah kekuatan untuk kita tetap bertahan dan lebih bersyukur untuk memperlakukan keadaan”

Apa sih yang membuat kita sulit berdamai dengan keadaan?

Yah... Itu karena kita kurang dalam bersyukur. Manusia sering sekali melihat satu kesulitan untuk menjadikannya sebagai  beban dalam hidupnya,  namun sebenarnya,  jika dilihat dengan pandangan syukur... Lebih banyak nikmat yang sudah kita terima dan rasakan.

Hidup itu belajar

Dari setiap peristiwa yang orang lain rasakan, bisa jadi itu adalah kekuatan untuk kita tetap bertahan,  dan lebih bersyukur untuk memperlakukan keadaan.

Hidup itu pilihan

Karena sejatinya kebahagiaan kitalah yang menentukan,  kekayaan dan nikmat dunia bukanlah tolak ukur untuk meraih kesuksesan dan ketenangan, karena banyak manusia hebat terlahir justru karena kesederhanaan.

Hidup itu Berjuang

Karena selama manusia masih bertahan dalam kehidupan,  disitulah manusia tetap harus mempertahankan perjuangannya.

Tidak apa-apa jika kita tidak jadi siapa-siapa, tidak apa-apa pernah jatuh dan gagal, tidak apa-apa pernah merasakan sakit dan tak dianggap baik. Yang terpenting adalah kita tetap menjadi diri sendiri dan melakukan hal yang tidak merugikan orang lain.

Terkadang kita selalu mengukur kunci sukses kita dengan orang lain, hingga hadir ketidak percayaan diri sampai kadang terhenti dalam melangkah.

 

Tak masalah jika kita tidak menjadi siapa-siapa, jangan jadikan ketenaran orang menjadi topik utama kita membandingkan diri, bisa jadi … dengan kita memahami kekurangan diri, akan lahir banyak kelebihan karakter yang tidak dimiliki banyak orang.

Jatuh dan gagal adalah hal biasa dalam menjalani kehidupan, mungkin kegagalan adalah awal kita membuka pintu untuk meraih kesuksesan, tidak ada yang benar-benar tangguh dalam menghadapi setiap kegagalan, tapi yang berani bangkitlah yang akan menang.

Semakin banyak rasa sakit yang kita alami, maka kita akan semakin banyak belajar memahami situasi, bahkan mempelajari banyak karakter yang ada dalam diri maupun orang lain.

Tak apa-apa tidak dianggap baik, karena tujuan kita bukanlah puas hanya dengan pandangan manusia, biarlah mimpi melangit, tapi usaha tetap membumi, dan biarlah kebaikan yang berjalan atas dasar ketulusan dari tauladan, hingga sampai pada hati yang mau menerima segala kebaikan.

If you lose be patient, if you win stay humble !

Rubahlah insecure menjadi bersyukur, agar kita mengetahui dan memahami bahwa setiap manusia sudah Allah takdirkan menjadi versi terbaik dirinya sendiri.

 

Depok, 11 Januari 2022

 

 

 

 

 

Tulisan Lainnya
ABOUT US

By: Jiddah Zainab Bicara "Tentang Kita" adalah pembicaraan tentang keseluruhan dari Cipta, proses perjalanan dan cita- cita dari setiap personel, baik unsur atau struktur, dari A sampa

06/07/2025 18:55 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1241 kali
Tercatat dalam Sejarah: Antara Lupa dan Wafa’

Oleh: Humaidi Mufa Tidak semua yang membangun sejarah merasa penting untuk tercatat. Banyak tokoh besar dalam lintasan waktu yang berjalan tanpa pamrih, tanpa mencatat namanya sendiri

05/07/2025 17:34 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 823 kali
SAFINAH NAJA

Oleh:Jiddah Zainab (Tribute to Sang Kyai 140621 – 140625) Malam itu laut tenang, Langit ditemani bintang, Angin semilir sejuk menghantam ombak tanpa deburan, Semua rahasia menja

14/06/2025 16:08 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1273 kali
MENAPAK JEJAK YANG TAK PERNAH HILANG

Refleksi Haul ke-4 Buya KH. Burhanuddin Marzuki  Oleh: Humaidi Mufa Empat tahun sudah dan masih kami ingat. Suaranya yang tenang, penuh kebijaksanaan, namun setiap katanya menusu

09/06/2025 08:53 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1219 kali
Terdidik dalam situasi mendadak

By: Jiddah Zainab  Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan dengan kesempurnaanNya Allah menciptakan Rasulullah menjadi makhluq yang sempurna. Dan selain itu tak ada lagi makhluq y

02/06/2025 11:33 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 799 kali
TERUSLAH BERGERAK DAN JANGAN BERHENTI

Oleh: Humaidi Mufa Jika jatuh, bangunlah kembali. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita sedang belajar berdiri lebih kuat. Jika gagal, cobalah lagi. Karena kegagalan bukan akhir, m

06/05/2025 18:54 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 840 kali
KEMANA PENDIDIKAN KITA MELANGKAH ?

Oleh : Humaidi Mufa Pendidikan Indonesia lahir melalui semangat perjuangan. Ki Hajar Dewantara, Bapak pendidikan nasional, telah menanamkan nilai-nilai luhur bahwa pendidikan sejatinya

05/05/2025 19:58 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 586 kali
MAGICAL WORDS

By Halimah Sadiyah     Kita mungkin sering melihat dan membaca sebuah tulisan, atau mendengar sebuah kata yang bernyawa dari lisan orang-orang yang mampu memberikan dampak po

04/05/2025 07:51 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 675 kali
11 hari menjemput Surga

In Memoriam Koh Abun By: Jiddah Zainab Tak seorang pun yang tahu bagaimana cerita hidup yang akan di jalaninya. Dari mulai di lahirkan sang Bunda sampai akhir dari perjalanannya di d

30/04/2025 21:47 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 10260 kali
UPDATE AND UPGRADE

By: Jiddah Zainab  Kehidupan manusia akan selalu melalui poros nya. Dalam konteks keimanan, poros seorang mukmin adalah taqdir Allah.  Bagi kaum tertentu, taqdir Allah adalah

14/04/2025 22:14 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 890 kali