PEMIMPIN ADALAH SENIMAN
Sajian Utama edisi Desember 2023.
Oleh: Muhammad Irfan Zidny, Lc
Kepemimpinan adalah keniscayaan. Manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin; bagi suatu bangsa, daerah, keluarga, dan terkecil adalah memimpin diri sendiri. Kegagalan dalam kehidupan adalah akibat lemahnya kepemimpinan; terhadap raga dan jiwa. Keberhasilan pada setiap rongga dan ruang kehidupan adalah hasil dari pola asuh dan asahan maksimal dalam proses mengembangkan diri; dalam memimpin. Manusia berhasil adalah yang bisa memimpin, menguasai dan mengendalikan diri dalam setiap situasi.
Pahlawan Nasional KH. Agus Salim pernah berkata: memimpin berarti menderita. Menderita adalah syarat mutlak dalam kepemimpinan. Pemimpin dihasilkan dari Sekolah Penderitaan. Penderitaan melahirkan keberanian, dan keberanian menghasilkan Keahlian. Keahlian menciptakan kesempatan, dan kesempatan hanya akan bisa dimanfaatkan oleh pemimpin sejati.
Seorang pemimpin harus membuat sistem, merajut persaudaraan, membangun budaya, mampu mengevaluasi setiap detail problematika, serta menjadi pemberi solusi atas setiap konflik. Pondasi dasar setiap pemimpin adalah membela kebenaran, memiliki tanggung jawab dan dapat dipercaya, memahami etika dalam komunikasi sosial, serta menguasai seluruh jenis kecerdasan; baik berupa kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.
Sejatinya memang demikian, namun manusia adalah makhluk yang terus berproses setiap saat. Kesalahan adalah tangga keberhasilan, dan keberhasilan adalah tumpukan kesalahan yang harus segera dievaluasi menuju kesuksesan sejati. Kemarin adalah kenangan yang harus disimpan, Sekarang adalah kenyataan yang harus dijalankan, dan esok adalah misteri yang harus dianalisis dan dipecahkan. Pemimpin adalah seniman. Semoga bangsa indonesia mendapatkan pemimpin terbaik.
Wallahu a'lam.
Tulisan Lainnya
Membina Cahaya Akal; Jalan Sunyi Menuju Manusia Sejati.
Sajian Utama edisi Juni 2025.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Di tengah hiruk-pikuk zaman yang menjanjikan segalanya dalam kecepatan dan kepalsuan, manusia nyaris kehilangan jati dirinya. Ki
Seni Menjadi Cukup
Sajian Utama edisi Mei 2025.Oleh: Muhammad Irfan Zidny. Kita hidup dalam dunia yang terus-menerus membisikkan satu hal: kamu belum cukup. Belum cukup kaya, belum cukup cantik, belum cu
Menjadi Cahaya di Tengah Kegelapan: Pendidikan dan Kesehatan sebagai Kunci Kejayaan Peradaban.
Sajian Utama edisi April 2025.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Di awal mula segalanya, sebelum pena menulis sejarah dan akal menafsirkan dunia, Tuhan mengirimkan sebuah "kunci" yang membuka
MADRASAH LAILATUL QADR
Sajian Utama edisi Maret 2025.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Lailatul Qadr bukan sekadar malam penuh keberkahan, melainkan juga ruang pendidikan spiritual yang mengajarkan manusia tentang
Beku
Sajian Utama edisi Desember 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Dunia kita sesak dihinggapi beragam realita. Ribuan gejolak, tentang apa, siapa, dimana, kemana, kapan, dan bagaimana. Umat
CICAK VS BUAYA
Sajian Utama edisi November 2024.Oleh: Muhammad Irfan Zidny. Dalam ilmu retorika, kita mengenal dua pembagian kalimat; yaitu khabar yang berarti informasi, dan insya' yang berarti non
KEBUTUHAN PRIMER
Sajian Utama Edisi Oktober 2024.Oleh : Muhammad Irfan Zidny. Manusia harus menjaga kualitas kebutuhan primer, sekunder dan tersiernya. Sepanjang hidup, mereka berusaha memenuhi tiga ha
RUANG DIALOG
Sajian Utama Edisi Agustus 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Sebuah bangsa, etnis, atau kelompok manusia amat bergantung kepada kualitas sekitarnya. Entah terpengaruh atau mempengaruhi,
LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK
Sajian Utama edisi Juni 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny, Lc. Kantor berita seluruh dunia terus mengalirkan informasi kondisi terkini di Palestina, terkhusus Gaza dan Rafah. Dunia tidak
SEPASANG BOLA MATA
Sajian Utama Edisi Mei 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny, Lc. Kehidupan adalah kumpulan waktu, ruang dan kesempatan yang terus berputar menyelimuti sambil mengantar kita menuju peristirah