Oleh : Nabila Husna
Laporan ini dibuat berdasarkan hasil pengamatan selama berjalannya seminar dan sharing pengalaman di acara “Beyond The Degree Learning and Profesional Growth” yang diadakan pada hari Jumat Tanggal 7 Agustus 2026 di kampus Universitas Indonesia.
Narasumber: Luluk Tri Wulandari, S.s, M.Hum
( Kepala Perpustakaan Universitas Indonesia )
Mc mempersilahkan beliau memberi sambutan sedikit, agar pembukaan seminar kali ini lebih resmi. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa bekerja di bagian perpustakaan tidak hanya berurusan dengan buku, tetapi juga dengan informasi.
Narasumber : Wien Muldian
( Presiden Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Indonesia )
Dari awal beliau dipanggil dan dipersilahkan maju kedepan oleh Mc, saya sudah salah fokus dengan sepatu beliau yang berbeda antara kanan dan kirinya. Dari situ saya dapat menyimpulkan bahwasanya beliau mempunyai selera fashion ataus style yang unik.
Beliau mengatakan bahwa tantangan kita hari ini bukan lagi menyajikan imajinasi sesorang ke dalam buku, tetapi bagaimana caranya membuat orang-orang puas dan merasa cukup, karena saat ini banyak orang yang tidak merasa cukup dengan imajinasi mereka.
Beliau juga berpesan untuk mengambil kegiatan atau organisasi yang sesuai dengan bidang masing-masing, tetapi jangan terlalu banyak..karena jika terlalu banyak kegiatan yang harusnya dilakukan karena untuk senang, malah membuat kita tidak tenang dan pusing.
Narasumber: Kurniawati Yuli Pratiwi
( Staff Perpustakaan UI Dan Relawan Literasi )
Di awal saat perkenalan beliau mengatakan bahwa beliau adalah salah satu relawan literasi yang sebenarnya ikut kegiatan itu karena teman beliau, ada satu hal yang sangat membekas dan membuat beliau bangga mengikuti kegiatan ini, yaitu disaat ada seorang ibu yang memang sering mendaftarkan anaknya di kegiatan dongeng manapun yang diadakan oleh komunitas beliau, ibu itu mengucapkan terima kasih kepada komunitas dongeng ini karena berhasil membuat anaknya yang mendapat trauma bullying kembali bangkit, ceria dan mau bersosialisasi lagi.
Beliau juga mengatakan, perpustakaan tidak hanya memberikan informasi yang dibutuhkan, tetapi juga menyediakan tempat organisasi atau komunitas yang sebenarnya bukanlah kerjaan sampingan, karena masuk komunitas juga butuh tenaga ekstra dan juga menyita waktu luang. Meskipun begitu, jika kita bergabung dengan komunitas tersebut karena keinginan kita sendiri, hal yang melelahkan akan menumbuhkan kesenangan.
Narasumber :Novita C.A, M.Hum
Beliau mengatakan bahwasanya data-data dan arship perusahaan itu penting, dan skill lain yang harusnya dimiliki mahasisiwi yang ada di jurusan perpustakaan dan informasi adalah skill data analisis. Karena skill data analisis akan mempermudah pekerjaan.
Narasumber :Saif Haromain Al-Fasli, M.Hum, CDMAI
Beliau mengatakan bahwa kita harus mengambil pengalaman selama kuliah sebanyak mungkin. Karena pengalaman itu akan sangat membantu di dunia pekerjaan. Jika kita tidak punya bekal banyak semasa kuliah, itu akan menyulitkan kita di tahapan selanjutnya.
Beliau juga berpesan bahwasanya Branding itu penting, karena sebagus apapun kemampuan yang kita punya dan sebagus apapun skill yang telah kita bangun tetap saja kita harus mengutamakan citra diri.
Narasumber :Fathe Hibatul Wafi M.Hum
Beliau mengatakan bahwa informasi itu luas, tidak hanya bersumber dari buku artikel dan semacamnya. Beliau juga berpesan agar kita tidak ‘Berkacamata Kuda’ Yang hanya melihat fokus pada satu arah sehingga arah yang lain tertutup. Dan terakhir beliau berpesan kalau karir bukanlah hal yang dapat direncanakan secara kaku.
Dr. Uti Mulatiningsih
( Specialist Librarian Research Output And Impact University Of Queensland )
Beliau adalah salah satu mahasiswi yang berhasil mendapatkan beasiswa keluar negri dan sekarang bekerja di luar negri juga.
Beliau berpesan, kalau ingin mengejar beasiswa kita harus tahu betul jalur beasiswa yang sedang kita kejar itu sesuai dengan bidang kita atau bukan. Karena mengejar beasiswa dan mempersiapkan diri untuk hal itu bukanlah hal yang mudah dan sebentar. Jika tidak ada ketahanan dan tekad bisa jadi kita menyerah ditengah jalan..
Cari tahu syarat apa yang harus kita lakukan untuk mendapat beasiswa tersebut, supaya kita tidak menyiapkan sesuatu yang ternyata tidak dibutuhkan. Contoh, negara seperti UK dan semacamnya prefer IELTS daripada TOEFL, jadi jika memang target mu ke UK fokus kepada score IELTS kamu daripada score TOEFL.
Beliau juga menceritakan pengalaman beliau yang sulit mendapat kerja di Australia karena ijazah S1 beliau yang didapatkan di Indonesia tidak diakui oleh luar negri. Jadi, selanjutnya beliau berharapa agar ijazah yang ada di Indonesia dapat diperkuat dan diterima di luar negri.
Narasumber : Arie Nugraha, M.Hum, S.T.I, PH.D
( Salah Satu Lulusan Universitas Jepang Tanpa Beasiswa )
Beliau menambahkan poin-poin yang disanpaikan oleh narasumber sebelumnya, beliau mengatakan bahwa yang penting dalam mengejar mimpi adalah ketahanan dan tekad. Beliau kuliah di Jepang tanpa beasiswa, dan beliau tahu konsekuensi yang harus beliau hadapi yaitu kerja paruh waktu untuk bertahan.
Kesimpulan yang saya dapatkan dari seminar ini adalah, orang menjadi hebat karena tekad dan usaha yang kuat. Tidak semata-mata ada keinginan, lalu terlaksanakan. Perlu ketahanan yang kuat jika kita punya mimpi yang ingin di raih.
Informasi lain yang saya dapatkan adalah, bagian perpustakaan tetap bekerja tetapi dengan cara yang berbeda di era Ai, mereka tetap mencari cara menyajikan informasi dengan bentuk yang berbeda.
Sekian laporan dari saya, Wassalamualaikum.
Jumat, 23 Safar 1448 H.



