SEMINAR : “FOCUS ON MAKING PROGRESS NOT KEEPING UP”. BASECAMP EDUVIBE DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI.

Bagikan

WhatsApp
Facebook
LinkedIn
X

Oleh : Azky Jihan Tsuroyya

Ustadz Zakaria

Ada 3 hal penting yang harus dihadapi di era sekarang:

1. Harus cerdas dalam menghadapi segala hal dalam era saat ini.

2. Public speaking yang baik.

3. Akhlak dan moral yang baik.

Keberhasilan seseorang itu 80%. Arah kebijakan kemendikdasmen dalam membentuk generasi pemimpin Indonesia emas 2045.

D.R Muhammad Yusro S.Pd, M.T, M.Pd (Sebagai Narasumber Seminar Di Perpusnas RI) beliau mengatakan:

Kependidikan bukan hanya jalan untuk memperoleh nilai, ijazah, atau pekerjaan. Pendidikan adalah proses menemukan siapa diri kita dan sebuah proses untuk menuju kesuksesan. Pembicaraan tentang masa depan harus dimulai dari realita kehidupan kita.

Generasi muda hari ini hidup ditengah peluang yang sangat besar sekaligus tantangan yang bersifat multidimensional.

REALITAS ERA KECERDASAN BUATAN

Pergeseran paradigma

89,02% Konektivitas Ekstream.

Generasi yang sepenuhnya terhubung dan rentan terhadap informasi.

95% Adopsi AI Harian.

Mahasiswa Indonesia menggunakan AI generative untuk mendukung studi tertinggi dari 15 negara, AI menjadi asisten koginitif primer.

170 juta vs 92 juta Dispusi Karier Global.

Pekerjaan baru tercipta berbanding pekerjaan tergeser hingga 2030 (WEF,2025).

Diperlukan 458 ribu talenta digital pertahun ditingkat nasional, tantangan multidimensional generasi muda.

Tekanan Eksternal:

1.Arus informasi massif

Kelimpahan informasi tanpa filter menguji intregritas intelektual. Pelajar beresiko menyamakan popularitas dengan kebenaran.

2.Kritis identitas dan figure:

Menunjukan kegagalan sebagai bagian dari proses.

Tekanan Internal:

1.Disprupsi kecerdasan buatan, bukan sekedar mahir AI, melainkan mampukah pelajar berpikir kritis melampui AI, memferivikasi hasil dan tetap menjadi penentu? 34,9% (15,5 jt) remaja umur 10 – 17 tahun mengalami masalah kesehatan mental.

Kerapuhan mental

Tekanan untuk selalu tampil sempurna membuat kegagalan.

PERGESERAN PARADIGMA PEMBELAJARAN

Pendidikan berbasis angka ( Terjebak angka )

-fokus belajar strategi mengejar nilai ujian.

-menyikapi kegagalan, kegagalan dipandang sebagai aib dan harus dihindari.

-Hasil kelulusan, tetap rapuh secara mental dan mudah kehilangan arah saat ada ketidak pastian.

Pendidikan utuh ( Melampaui nilai )
-Fokus belajar, pemahan dunia nyata, rasa ingin tahu, memecahkan masalah.

Eduvibe

-Titik nyala potensi.

1. Insipiratif: keberhasilan selalu berdampingan dengan kegagalan.

2. Kontekstual: tekanan media social dan etika kecerdasan buatan.

3. Memberdayakan: pencipta perubahan yang mampu bertanya, memilih, dan mencoba.

TIGA ELEMEN PEMBELAJARAN MASA DEPAN

1.Pengetahuan yang kokoh (kognitif)

      Dasar memahami dunia, kemampuan berfikir kritis, memeriksa informasi, dan menyusun alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.

      2. Karakter mental dan moral

      Mengarahkan bagaimana pengetahuan digunakan untuk mengenali kekuatan diri, mengelola emosi ( daya lenting ) dan memegang integritas.

      3. Kecakapan hidup ( Tindakan)

      Mengubah gagasan menjadi aksi, berkomunikasi, mendengarkan dengan empati, berkolaborasi dan mengambil inisiatif.

      -Organisasi dapat memengaruhi prestasi.

      -Tindakan kita harus baik, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bertindak baik.

      PASSING BASSED

      Ahmad Dekatama Putrazaman

      Sebagai narasumber kedua di acara ini beliau mengatakan:

      Berkembang tanpa memandingkan dengan orang lain, kegagalan bisa menjadi pembelajaran , bagaimana saat kita terjatuh, tetapi bagaimana saat kita bangkit. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang lebih baik dari hari kemarin.

      Kedisiplinan itu sangat penting, cotohnya kedisiplinan dalam belajar, memperhatikan sampah kecil.

      Belajar itu harus lebih intens, harus memikirkan bagaimana konsekuensi kedepannya, tantangan itu bukan menjadi penghalang melainkan pembelajaran, kalau kamu merasa lebih pintar dari semua orang, berarti kamu salah bergaul. Maka dari itu carilah tempat dimana kamu merasa kamu paling bawah. Fokus pada dirimu sendiri tanpa mementingkan orang lain, kegagalan itu bukan sepenuhnya dari diri kita sendiri.

      Otak kanan dan kiri harus seimbang ( balance ) organisasi itu harus dengan akademik, dan organisasi bukanlah penghambat akademik. Fokus pada nilai-nilai terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan lomba diluar.

      Minggu, 25 Safar 1448 H.

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *