Oleh : Ust. Farhan
Pondok Pesantren Qotrun Nada melaksanakan kegiatan Pengecekan Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi para santri sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi santri selama berada di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Qotrun Nada dan diikuti oleh 350 santri. Pengecekan dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek yang berkaitan dengan kondisi gizi santri, seperti usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta kebutuhan energi dan zat gizi.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) merupakan nilai yang menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi yang perlu dipenuhi setiap hari oleh seseorang sesuai dengan karakteristik tertentu, antara lain umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis. AKG mencakup kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, air, vitamin, dan mineral. Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, santri mendapatkan pemeriksaan dan pencatatan kondisi fisik sebagai bagian dari pemantauan status gizi. Hasil pengukuran dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kesesuaian kebutuhan gizi santri dengan pola konsumsi makanan yang tersedia di lingkungan pondok.
Pengecekan AKG juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran santri mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Kementerian Kesehatan menempatkan kesehatan pesantren sebagai salah satu perhatian penting karena pesantren merupakan tempat belajar, tinggal, dan berinteraksi dalam lingkungan bersama. Program kesehatan pesantren juga mencakup edukasi mengenai makanan bergizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta aktivitas fisik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren Qotrun Nada semakin memahami pentingnya menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Pemenuhan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, aktivitas belajar, dan kegiatan sehari-hari santri.
Selain itu, hasil pengecekan dapat menjadi bahan informasi bagi pengelola pondok dalam melakukan evaluasi terhadap penyediaan makanan bagi santri. Dengan demikian, perhatian terhadap kebutuhan gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab individu santri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama antara pengelola pesantren, pengasuh, tenaga kesehatan, dan seluruh warga pesantren.
Kegiatan pengecekan AKG di Pondok Pesantren Qotrun Nada diharapkan dapat dilakukan secara berkala sehingga kondisi kesehatan dan status gizi santri dapat terus dipantau. Langkah tersebut sejalan dengan pentingnya pemantauan dan surveilans gizi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan juga memiliki regulasi khusus mengenai pelaksanaan teknis surveilans gizi melalui Permenkes Nomor 14 Tahun 2019.
Dengan adanya kegiatan ini, Pondok Pesantren Qotrun Nada berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan mendukung tumbuh kembang serta aktivitas belajar para santri.
Depok, 21 September 2026




