مودع … مودع … يا رمضان

Bagikan

WhatsApp
Facebook
LinkedIn
X

(Salam Perpisahan dari Ramadhan untuk semua hamba Tuhan)

By: Jiddah Zainab

مودع مودع يا رمضان

وَدَاعاً يَا شَهْرَ القُرْآنِ..

لَيَالِيكَ قَدْ كَانَتْ نُوراً..

وَأَيَّامُكَ نَفْحَاتُ إِيمَانِ..

نَسْأَلُكَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ..

أَنْ يُعِيدَهُ عَلَيْنَا بِأَمَانِ..

وَيَتَقَبَّلَ مِنَّا الصَّيَامَ..

وَيَغْفِرَ لَنَا كُلَّ الذُّنُوبِ..

(Self Reminder)

Syair syair ini mulai di lantunkan secara lirih oleh lisan lisan hamba yang sedang mengingat ingat kenangan bersama ramadhan tahun ini.

Klausa “setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan”  menjadi salah satu kalimat yang tak diingin kan oleh para pecinta, siapapun mereka geramgan.

Setiap pecinta mendambakan pertemuan dengan sesuatu yang di cintainya, dan selalu berharap kekal bersama yang dicintai nya.

Namun sunnatullah yang menjadi realitas makhluq adalah sifat fana yang akan habis pada masanya tanpa mampu mengelak dari taqdir Tuhan.

Salam perpisahan akan selalu menyakitkan untuk di ucapkan, dengan alasan apapun dan pasti menyakitkan untuk di ucapkan oleh dan kepada siapapun.

Begitupun ucapan perpisahan dari Bulan Ramadhan untuk semua hamba Tuhan.

Karna begitu banyak kenanga tentang begitu istimewa nya kekuatan Bulan Ramadhan, tentang keindahan iman hamba selama bulan Ramadhan yang kemudian kadang terlupakan di 11 bulan kedepan.

Kenangan tentang banyak ajakan amalan yang kadang  mampu terealisasi   hanya di Bulan Ramadhan.

Ramdhan mampu mengajarkan dan mendidik kita menjadi pribadi yang bernas di satu bulan, dimana pribadi ini bahkan sulit muncul di 11 bulan lainnya dalam setahun perjalanan hidup seorang hamba.

Entah, kenapa begitu mudah nya iman menguap dari hati kita saat hari Raya idul fitri

kita rayakan sebagai manifestasi dari kemenangan kita karna mampu bertahan dari godaan syaithan.

Padahal Tuhan pasti selalu memberikan imbalan ganjaran dari setiap kebaikan, kapanpun dilakukan  walau di luar bulan ramadhan.

Ramadahn mampu mengajak kita taat patuh tanpa mengeluh dalam menjalankan  sholat sunnah taraweh walau dalam jumlah puluhan rokaat sholat sunnah setiap malam dalam satu bulan.

Tapi ironis nya sulit bagi kita untuk memindahkan jumlah rokaat teraweh dalam bentuk sholat sunnah yang di anjurkan Tuhan , untuk bisa kita kerjakan diluar bulan ramadhan.

Ramadhan mampu memaksa kita untuk bangun di waktu sahur dan mencari keberkahan melalui makanan yang di hidangkan dan menghentikan makan sesaat sebelum adzan shubuh berkumandang.

Sedangkan 11 bulan lainnya, fisik kita akan lebih memilih istirahat, walaupun ada hidangan mewah yang di tawarkan di meja makan di saat bersamaan

Bulan Ramadhan mampu membuat kita menahan lapar dan haus seharian tanpa mengeluh walau harus beraktifitas  seperti  hari hari biasanya.

Namun , kita sering kali sulit untuk melakukan puasa puasa sunnah di 11 bulan di luar ramadhan dengan berbagai alasan

Bulan Ramadhan mampu menbuat kita dekat dengan Kitab Suci Al Quran yang biasa hanya di letakan di rak buku sebagai hiasan.

Begitu hebat nya Bulan ramadhan yang membuat kita mampu khatam setiap minggu dalam sebulan. Namun kadang kita sulit mengkhatamkan Al Quran satu kali selama 11 bulan karna begitu banyakan kesibukan yang di dahulukan.

Bulan Ramadhan mampu membuat kita beristigfar dan mengucap “inni shooim… saya sedang berpuasa” saat moment emosi memuncak atau ada ajakan yang tak berfaidah yang harus di tinggalkan. Namun kita selalu meyalahkan syeithan saat kita lepas kendali saat marah di luar bulan ramadhan.

Bulan Ramadhan memudahkan tangan kita mengulurkan banyak bantuan sedekah dan memberikan makan kepada fakir miskin karna berharap kelipatan  imbalan  dari Tuhan.

Tapi kita sulit melakukannya diluar ramdhan karna begitu banyak pemenuhan kebutuhan hidup. Padahal fakir miskin itu tetap ada keberadaannya diluar Bulan Ramadhan.

Ramadhan mampu mengajak kita merintih beristighfar setiap malam memohon ridho dan ampunan Tuhan selama satu bulan apalagi di 10 hari akhir ramadhan.

Ramadhan mampu menggugah iman kita mengejar 1 malam ganjil yang di rindukan.

Ramadhan mampu membuat iman hamba ada di puncak levelnya, namun sayang hanya sebulan.

Setelah itu, kita lupa bahwa Tuhan yang kita sembah di bulan Ramadhan adalah Tuhan yang sama , yang kita sembah di 11 bulan lainnya dalam setahun, bahkan Tuhan yang sama sepanjang zaman sampai akhir zaman, akhirnya kita dipanggil tuhan

Kita lupa bahwa Al Quran yang kita tadaruskan selama ramadhan adalah kalam Tuhan yang kekal dan tidak berubah di 11 bulan lain, bahkan sepanjang zaman.

Di luar Bulan Ramadhan kita dibuat lupa dengan amalan amalan yang begitu kita fokus dan kejar selama ramadhan kran berharap kelipatan imbalan dari Tuhan.

Padahal Tuhan pasti selalu memberikan imbalan ganjaran dari setiap kebaikan, kapanpun dilakukan walau di luar bulan ramadhan.

مودع …. مودع… يا رمضان

Esensi syair tadi sebenarnya adalah ucapan perpisahan dari Bulan Ramahdan untuk kita semua, hamba Tuhan.

Dan penyesalan selalu datang belakangan tentang waktu yang banyak terbuang selama Bulan Ramahan dari awal sampai iedul fitri menjelang.

Lambaian perpisahan yang menyakitkan dari Bulan Ramadhan atas sebuah penyesalan tenntang iman yang di mungkin kan   akan turun di 11 bulan mendatang.

Moment perpisahan yang menyedihkan dan akan menjadi misteri bagi siapapun tentang keberadaan diri nya di ramadhan tahun depan.

Karna Bulan Ramadhan pasti akan selalu hadir di setiap tahun berulang sepanjang zaman.

Namun cuma Tuhan yang berhak menentukan, siapa saja yang di tetapkan untuk bisa berjumpa kembali dengan Bulan Ramadhan mendatang sampai akhir zaman.

اللهم جّملنا بالعافية والسلامة وحققنا بالتقوى والإ ستقامة واعذنا من موجبات الندامة   انك سميع الدعاء  و صلى الله على سيدنا محمد و على اله وصحبه و سلم

Congrats untuk Ami Awi atas pencapaian hebat nya di Bulan Ramadhan ini.

Semoga Al Qur’an akan selalu menjadi teman karibmu di sepanjang zaman, Aamiin…

“SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1447 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN”

تقبل الله منا ومنكم  صيامنا وصيامكم و كل عام وانتم بخير  … امين

Qotrun Nada, Jum’at Berkah, 30 Ramadhan 1447 H/20 Maret 2026 M.

One Response

  1. Semoga taat selama Ramadhan menjadi pemantik taat untuk 11 bulan selain Ramadhan. Terimakasih nasihatnya jidah Zainab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *