EKSPEKTASI MANUSIA

image - EKSPEKTASI MANUSIA

Bagikan

WhatsApp
Facebook
LinkedIn
X

Oleh : Ustadzah Halimatussa’diyah, M.Pd

“Jangan berekspektasi lebih dengan saya karena saya hanya manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, saya hanya manusia yang sedang berusaha merakit hal-hal yang pernah runtuh bahkan belum tersusun”

Ekspektasi manusia seringkali membuat diri merasa tertekan, karena dengan ekspektasi juga seringkali merujuk pada harapan, keyakinan atau pikiran yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok terhadap suatu peristiwa dan situasi dimasa depan.

Harapan-harapan manusia seakan menjadi tuntutan untuk terus kita penuhi, padahal memuaskan hati manusia tidak akan pernah ada abisnya, keinginan kita A yang orang lain harapkan B begitu seterusnya, apa yang kita lakukan tidak akan pernah diterima bagi orang-orang yang tidak memahami bagaimana sebuah perasaan yang sedang dijaga.

Manusia memang perlu merdeka dari segala keluh kesahnya, manusia juga harus merdeka dari semua tekanan yang ada dalam dirinya, tentang apa yang menjadikannya sulit untuk tumbuh dan berkembang.

Jika saat ini kita menjadi korban atas semua ekspektasi manusia, bangunlah dan tarik diri kita untuk bisa lebih memahami apa yang perlu kita terima dan apa yang seharusnya kita lepaskan, karena tidak semua ucapan manusia menguatkan kadang seringkali meresahkan pikiran.

Namun jika pada saat ini kita menjadi pelaku, berhentilah melakukan hal yang tidak menguntungkan itu, yang perlu kita pahami adalah bahwa kita adalah manusia biasa dan orang-orang disekitar kita juga adalah manusia biasa yang bisa saja melakukan hal-hal yang tak terduga. Kata memanusiakan manusia seringkali kita dengar sebagai penguat diri, dalam arti perlakukanlah manusia disekitar kita dengan baik sebagaimana kita juga ingin diperlkukan baik oleh manusia lain. Berhentilah berekspektasi lebih terhadap apapun yang ada didalam diri orang lain, agar kita tidak menjadi penyebab orang lain terluka, biarkan mereka tumbuh bersama tujuan yang sudah dibuat, jangan berlebihan menafsirkan sesuatu yang sebenernya kita tidak tau apa yang sebenarnya dirasakan dan yang terjadi.

Tak masalah jika kita pernah melakukan salah, asal kita mau belajar memperbaiki yang salah,

Tak mengapa jika kita pernah terjatuh, agar kita tau caranya bangkit kembali,

Tak mengapa juga jika kita kadang tak disukai, karena kita tau memuaskan hati manusia bukanlah tugas kita.

“Ridho manusia adalah hal yang sulit digapai”

Tidak perlu berlarut dalam menyalahkan diri tentang urusan manusia yang penuh dengan segala ekspektasinya. Sadarlah dan terus pahami diri bahwa kita dalah manusia biasa yang tentu lebih banyak memiliki kekurangan dari pada kelebihan.

Semoga tidak ada alasan untuk terus memperbaiki diri, sekalipun jalan sulit untuk ditempuh, ekspektasi manusia yang hadir dengan penuh keyakinan dan harapan manusia yang selalu tinggi tentang hal baik yang datang beriringan.

Ingat kita hanya manusia yang kapan saja bisa salah dan kalah, namun yang terpenting, kita tidak pernah menjadikan abstrak adalah suatu kejahatan yang terus-terusan kita ratapi. Kadangkala gagal dari memahami suatu keadaaan bukan hal yang mengharuskan kita berhenti, melainkan gagal adalah perjalanan panjang yang perlu untuk kita tempuh lagi.

Selamat menyelami kehidupan yang lebih luas, untuk belajar bagaimana menbentuk diri sesuai dengan versi terbaik yang akan kita temui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *