oleh: Ustadzah Halimatussadiyyah, S.Pd
Manusia mempunyai banyak cara dalam mempertahankan hidupnya, dan setiap individu pasti berbeda cara memandang dan menjalani setiap apa yang terjadi. Tapi seringkali pandangan kita hanya terarah pada hal yang mampu kita lihat, bukan atas apa yang kita pahami dari berbagai sudut padang, maka seringkali persalahan hadir sebab pandangan mata yang masih keliru dalam menilai.
Menjadi abstrak bukanlah kejahatan, Kita memang perlu ada di posisi jatuh, agar kita belajar bagaimana caranya bangkit dari segala keterpurukan.
Kita memang perlu ada di posisi salah, agar kita tahu mana jalan yang benar.
Kita memang perlu ada di posisi tak dihargai, agar kita bisa belajar bagaimana melakukan sesuatu dengan keikhlasan.
Kita memang perlu ada di posisi tak menyenangkan, agar kita bisa menjadi versi terbaik diri kita.
Menjadi abstrak bukanlah kejahatan, bukankah banyak orang yang terlihat baik tapi sejatinya seringkali membunuh banyak karakter orang, atau banyak orang yang kita pandang buruk tapi ternyata kebaikan dia yang tersimpan lebih banyak dari pada prasangka kita. Itulah mengapa ada istilah “kita hanya punya dua tangan tidak akan mampu menutup semua pembicaraan orang terhadap kita, tapi kita mampu menutup kedua telinga kita untuk meminimalisir apa saja hal yang butuh kita dengarkan atau kita tinggalkan”.
Menjadi terarah memang bukan hal mudah,
Meninggalkan yang salah juga tak kalah susahnya…
Tapi berusaha menjadi lebih baik memang harus tetap dilakukan, agar kita tahu dan mengerti bahwa perjalanan hidup memang harus di jalani bagaimanapun tantangan yang ada didepan.
Janganlah salah dalam melihat, menduga dan merasa.
Sebab jika kita salah dalam hal demikian bisa jadi kita yang kurang mengarahkan diri, untuk terus berfikir yang baik pada siapapun yang kita lihat dan pada apa yang kita dengar.
Tinggalkan kesedihan, dan buatlah hari-hari menjadi lebih bahagia
Gantikan kekecewaan, dengan usaha yang selalu membanggakan
Jadikan cacian, sebagai tempat untuk lebih baik dalam tumbuh dan berkembang.
Tanamkan kedamaian dan ketenangan dalam setiap apapun yang akan kita kerjakan.
“Aku sesuai dengan prasangka baik hamba-Ku, maka hendaklah ia berprasangka kepada-Ku sebagaimana yang ia mau” HR. Ahmad





