Oleh:Ustzh Halimatussadiyah, S.Pd
Apapun yang menjadi takdirmu akan mencari jalannya sendiri menemukanmu _Ali bin Abi Thalib_
Hidup adalah belajar, belajar bagaimana menerima segala bentuk kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri kita, untuk terus dikembangkan sesuai dengan kapasitasnya.
Bertahan dalam suatu proses bukanlah hal yang mudah, perlu perencanaan yang matang, perlu pergerakan yang tidak sebentar, tak jarang bersamaan dengan derai air mata. Terkadang dalam sendiri menyimpan banyak rasa, banyak pertanyaan dalam kepala harus kemana dan bagaimana untuk tetap kembali berdiri dan berdedikasi.
Setiap dari kita unik, unik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, tak sedikit banyak yang jatuh sebab terlalu dalam melihat kekurangan dalam dirinya, atau terlalu angkuh sebab merasa banyak kelebihan yang dimiliki. Padahal pada hakikatnya, kelebihan dan kekurangan memanglah ada dalam diri setiap orang, maka buatlah kelebihan menjadi tempat kita untuk berkembang dan jangan jadikan kekurangan sebagai tempat untuk kita berhenti. Karena posisi ternyaman dalam tumbuh dan berkembang adalah menjadi diri sendiri.
Hari hari akan terus berganti…. Bulan dan tahun pun terus berganti
Perlahan seakan maju, bertambah usia sejatinya berkurang umur dalam menikmati kehidupan. Manusia seringkali dihadapkan dengan pilihan, pilihan yang tak mudah untuk di tentukan… Karena selalu bergandengan bahkan bertolak belakang antara rencana dan ketentuan Tuhan. Kita sering kali dihadapkan dengan kenyataan yang terjadi didepan mata, karena lambatnya mensyukuri kadang hati terus di penuhi dengan paradigma tentang makna keinginan atau kebutuhan. Padahal semua yang terjadi memang selalu menjadi misteri dalam urusan apapun, entah bahagia atau sedih, suka ataupun duka, kecewa, jatuh, merasa tak berharga, merasa tak punya daya dan kekuatan, lagi dan lagi atas semua yang terjadi tugas kita hanya perlu mensyukuri. Lambat atau cepat hati kita akan terbuka, terjawab semua kegelisahan yang sering terjadi dengan adanya ketentuan yang diberikan Allah untuk kita terima sebaik mungkin.
Silent is Gold…. Diam itu emas… Diam itu berharga saat kata-kata tak lagi mampu terucap.
Diam adalah tanda kita ridho atas takdir yang Allah berikan begitulah nasehat dari guru mulia Abuya Habib Abu Bakar bin Hasan Alathas Azzabidi di pertemuan pengajian kitab minhaju sawi. Mendengar nasehat beliau, seakan menampar banyak diri yang lemah, banyak diri yang masih berkeluh kesah tentang sesuatu yang terjadi, kata-kata beliau banyak membuat manusia sadar dan mengerti bahwa mensyukuri nikmat Allah tak melulu hanya tentang kebahagian yang datang.
Bertahanlah yang menjadi pilihan orang-orang yang sedang berjuang, berusaha menelaah segala sesuatu yang terjadi, kemudian diresapi dan dipahami bahwa apa yang terjadi tak lepas dari kehendak Allah, manusia hanya memainkan perannya di dunia, sebaik mungkin kita memang tetap harus selalu berusaha berbuat baik.





