Oleh : Farhan Yasin
Terdapat suatu kondisi di mana tubuh kita dapat kekurangan cairan, sehingga tubuh tidak memiliki cukup air untuk melakukan fungsi normalnya.
Air putih merupakan bagian penting dari kehidupan manusia karena tubuh kita membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi biologis secara optimal. Pada tingkat dasar, air berperan dalam mengatur suhu tubuh, menjaga fungsi organ, melancarkan metabolisme, hingga membantu proses pembuangan zat sisa melalui ginjal dan saluran kemih. Ketika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan mengalami dehidrasi. Kurangnya konsumsi air dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan ringan seperti sakit kepala, lemas, hingga masalah serius seperti gangguan fungsi ginjal, infeksi saluran kemih, bahkan kondisi yang mengancam nyawa jika dehidrasi menjadi berat.
Oleh karena itu, penting memahami bahaya kurang minum air putih agar kita dapat mencegah risiko kesehatan yang dapat timbul didalam tubuh kita, serta menerapkan kebiasaan minum air yang sehat setiap hari.
Beberapa pengaruh dari bahaya kurangnya minum air putih :
- Dehidrasi
Kondisi ini tidak hanya membuat kita merasa haus, tetapi juga dapat menyebabkan gejala, seperti: urin(air kemih) berwarna gelap, produksi urin berkurang, denyut nadi cepat, Dan kulit dan mulut kering.
Semua ini menandakan bahwasannya dampak – dampak tubuh yang kekurangan cairan untuk menjalankan fungsi dasarnya.
2. Penurunan Kekuatan Tubuh
Dimana kondisi tubuh kita sulit untuk melakukan beberapa aktivitas sehari – hari. Yang mana disebabkan oleh kurangnya cairan di dalam tubuh kita dan menjadi berpengaruh terhadap kesehatan dan juga kekuatan tubuh kita.
3. Gangguan Percernaan Tubuh
Kondisi dimana kita sangat kekurangan cairan di dalam tubuh kita. Alhasil, saluran percernaan tubuh kita menjadi kering dan dapat menyebabkan sembelit yang besar. Dan kita pun akan sulit untuk mercerna proses makanan yang telah kita makan.
Dan hasilnya tubuh kita menjadi lemas dan sulit untuk melakukan aktivitas kegiatan sehari – hari.
4. Gangguan ginjal
Kekurangan air dapat mempengaruhi fungsi ginjal kamu, menyebabkan risiko batu ginjal dan gangguan lainnya.
Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring zat-zat yang tidak dibutuhkan dalam darah serta mengencerkan urine. Kurang minum air putih dan dehidrasi dapat mengganggu kinerja ginjal yang satu ini.
5. Gangguan keseimbangan elektrolit
Kurang minum air putih dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Kurang minum air putih dapat mengganggu keseimbangan elektrolit ini, menyebabkan gejala seperti rasa lelah, kram otot, dan bahkan masalah jantung.
6. Gangguan kesehatan mental
Dehidrasi juga dapat memengaruhi kesehatan mental kamu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi bisa berhubungan dengan perubahan mood, memicu stres, rasa cemas, bahkan depresi.
7. Gangguan fungsi otak
Kurang minum air putih dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, kelelahan, dan bahkan kemampuan mengingat. Otak membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik.
8. Memicu tekanan darah rendah
Kurang minum air putih dan dehidrasi dapat memicu penurunan volume darah, peningkatan denyut jantung, serta penurunan tekanan darah yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan pingsan.
Tidak hanya itu, risiko kamu mengalami hipotensi ortostatik juga meningkat sebagai akibat kurang minum air putih. Hipotensi ortostatik adalah kondisi menurunnya tekanan darah secara tiba-tiba karena adanya perubahan posisi tubuh (contoh: dari duduk ke berdiri).
9. Gangguan kulit
Kekurangan air dapat membuat kulit kering, kusam, dan bahkan mempercepat penuaan kulit. Kulit yang sehat membutuhkan kelembaban yang cukup dari dalam.
10. Heat exhaustion
Kurangnya asupan cairan serta terekspos dengan suhu tinggi (panas) dalam waktu lama dapat memicu heat exhaustion, yakni rasa lelah ekstrem karena paparan suhu tinggi tersebut. Kurang minum membuat tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk “mendinginkan” diri.
11. Menyebabkan nyeri sendi
Tulang rawan dan strukturnya mengandung 80% air. Kekurangan asupan cairan dapat menurunkan fungsi tulang rawan dan meningkatkan gesekan pada sendi, yang pada akhirnya menyebabkan nyeri sendi.
12. Mengurangi keseimbangan dan memicu vertigo
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kurang minum air putih dapat memicu gangguan pada sistem vestibular, yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh.
Hal ini dapat menyebabkan kamu merasa limbung, kesulitan mengatur keseimbangan tubuh, hingga mengalami vertigo.
Sumber:
- Estruch R. et al. (2013). Primary Prevention of Cardiovascular Disease with a Mediterranean Diet. New England Journal of Medicine.
- Mozaffarian D., Katan M.B., Ascherio A., Stampfer M.J., Willett W.C. (2006). Trans fatty acids and cardiovascular disease. New England Journal of Medicine.
- Simopoulos A.P. (2002). The importance of the ratio of omega-6/omega-3 essential fatty acids. Am J Clin Nutr.
- Liu S. et al. (2000). Dietary glycemic load and risk of type 2 diabetes. American Journal of Clinical Nutrition.
- Lustig R.H. (2009). Fructose: It’s Alcohol Without the Buzz. Nature Reviews Endocrinology.
- Malik V.S., Schulze M.B., Hu F.B. (2010). Intake of sugar-sweetened beverages and weight gain: a systematic review. The Lancet.
- Monteiro C.A., Cannon G., Levy R., Moubarac J.-C., Louzada M.L.C., et al. (2018). Ultra-processed foods: what they are and how to identify them. Public Health Nutrition.
- Marlett J.A. (1997). Dietary fiber and resistant starch: Health implications. Journal of Food Composition and Analysis.
- Pollan M. (2008). In Defense of Food: An Eater’s Manifesto. Penguin Press.
- WHO/FAO (2004). Global Strategy on Diet, Physical Activity and Health.
- Buettner D. (2010). The Blue Zones: Lessons for Living Longer from the People Who’ve Lived the Longest. National Geographic.





