Oleh: Jurnalis Team
Sebanyak 170 santri Qotrun Nada, yang terdiri dari 120 santri jenjang Aliyah dan 50 santri jenjang MTs, berhasil menyelesaikan karya tulis mereka melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) . Program ini merupakan wadah literasi nasional yang mendorong lahirnya penulis-penulis muda melalui proses penulisan yang terstruktur dan berkelanjutan di sekolah.
Melalui program GSMB, para santri tidak hanya belajar menulis, tetapi juga mendapatkan pendampingan intensif dari para guru hingga karya mereka layak diterbitkan dalam bentuk buku. Proses ini menjadi sarana penguatan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta literasi baca tulis di lingkungan pesantren dan sekolah.
Program GSMB difasilitasi oleh Nyalanesia, sebuah startup pengembangan program literasi sekolah terpadu yang telah banyak mewadahi siswa dan guru di berbagai daerah di Indonesia. Melalui pendampingan penulisan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta akses pada berbagai program apresiasi literasi tingkat nasional, Nyalanesia berperan aktif dalam mendukung tumbuhnya ekosistem literasi di sekolah.
Dalam program GSMB Nasional ini santri menerbitkan dua judul buku ;
Merayakan Kehilangan Jilid 1-5 (Buku Karya Santri Aliyah)Ada Rumah di setiap Pelukan jilid 1-2 (Buku Karya Santri Tsanawiyah)


Keberhasilan penerbitan buku karya 170 santri Qotrun Nada ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya literasi dan mencetak generasi yang gemar menulis serta berkarya. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengasah potensi diri dan berkontribusi positif melalui dunia literasi.






One Response
Subhanallah anak saya Pinkan el Maryam juga terlibat dalam buku itu, Bunda bangga 🩷
Terimakasih ponpes Qotrunnada telah memberikan kesempatan anak saya untuk berkembang dan berprestasi 🙏🏻