Oleh: Nd. Hafian (alumni ke-7)
Seringkali, kita terkotakan dalam mencari keberadan Allah hanya sebatas sejauh mana Allah mengabulkan permintaan kita. Jika untaian do’a yang kita panjatkan Allah qobul maka mungkin akan sangat terasa keberadaan Allah SWT. Namun apakah benar hal yang seperti itu ?
Perjalanan mengampu mata pelajaran IPA membawaku kepada sudut pandang baru tentang bagaimana Allah Maha Kuasa dan mengatur alam semesta dengan begitu sempurna. Alam merupakan jendela besar dalam melihat ke-Maha Sempurna-an Allah dalam konteks nyata yang bisa kita rasa. Saya mengambil contoh tentang satu elemen alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia pada umumnya dan khususnya seorang muslim.
Elemen itu adalah air. Senyawa spesial yang keberadaannya merupakan jantung dari kehidupan. Dalam perspektif agama kita, air memegang posisi penting sebagai sarana utama dalam bersuci baik dari najis maupun dari hadats. Subhanallah, Maha Suci Allah yang menciptakan air, menurunkannya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi. Dari kacamata sains, lambang kimia dari air adalah H2O. Air dikatakan senyawa karena ia tersusun dari 2 jenis unsur. Unsur tersebut adalah Hidrogen dan Oksigen yang notabenenya adalah unsur gas. Dalam ilmu kimia, Hidrogen dan Oksigen akan berikatan secara kovalen berstruktur bengkok (bent) dengan oksigen sebagai pusat, membentuk senyawa polar yang sangat penting dalam kehidupan. Suatu hari saya bertanya kepada teman sejawat yang merupakan mentor saya yang sangat saya hormati (Lilis Elen Simatupang), apa yang mengikat mereka (Hidrogen dan Oksigen) ? Mengapa diantara semua unsur yang ada di udara harus mereka yang saling berikatan ? Pertanyaan “nyeleneh” yang buat Miss Lilis geleng-geleng kepala seraya tertawa. Jawabannya alam yang membentuk, mengikat dan menciptakan ikatan kimia itu. Jawabannya adalah Allah yang mengkehendaki mereka berikatan. Jawabannya adalah karena air itu Allah ciptakan untuk kebaikan hamba-Nya. Air adalah tentara Allah, terkadang ia memberi kehidupan kepada hamba Allah tapi tidak jarang ia juga menghancurkan hamba yang dikehendakinya. Jawaban-jawaban inilah yang mungkin mendasari penelitian tindak lanjut dalam ilmu sains tentang mengapa air begitu Istimewa. Mengapa air menjadi salah satu ciptaan Allah yang sangat sulit ditiru bahkan oleh teknologi secanggih apapun.
Di dalam Al Qur’an, kitab suci yang Allah SWT turunkan kepada Nabi mulia Habibi Muhammad SAW, kalimat “AIR” disebutkan sebanyak 63 kali yang tersebar di 41-42 surat. Allah mendeskripsikan air sebagai salah satu tanda dari kekuasaannya. Dalam surat Al Anbiya ayat 30 Allah berfirman, “ Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada beriman ?”. Posisi penting air dalam tatanan kehidupan dunia ini kemudian sejurus dengan keberadaan makhluk hidup ciptaan Allah yang bernama “tumbuhan”. Hanya tumbuhan yang Allah berikan kemampuan luar biasa mampu membuat makanannya sendiri (dalam ilmu biologi “mengubah” komponen yang terlibat dalam proses fotosintesis menjadi senyawa yang memiliki energi untuk dimanfaatkan makhluk hidup lainnya). Tumbuhan ini juga yang mampu mengikat air dalam akar dan batangnya agar bisa dialirkan melalui celah tanah sebagai cadangan untuk hari-hari selanjutnya hewan dan manusia.
Siklus ini berhubungan langsung juga ayat tentang kehancuran alam, QS Ar Rum ayat 41 “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia”. Bahwa tatanan yang sudah Allah atur secara sempurna demi kenyamanan hidup kita sebagai makhluk paling sempurna tetapi predator utama dalam ekosistem, dapat menghancurkan alam tersebut. Dari sinilah renungan itu bermula, bahwa cara terbaik mengenal Allah adalah lewat alam. Bagaimana alam diciptakan dan mengapa seharusnya semakin kita kenal Allah semakin kita seharusnya berbuat baik kepada alam. Kebiasaan-kebiasaan yang tertuang dalam hadits-hadits Rasulullah tentang hemat air, berbuat baik walaupun terhadap tumbuhan dan hewan, tidak bersikap serakah atau menghalahkan segala secara demi keuntungan pribadi semata atau pun ajakan untuk selalu menimbang suatu perkara dari segi maslahat dan musharatnya. Alam yang sudah begitu baik diciptakan oleh Zat yang Maha baik, menyimpan begitun banyak tanda kebesaran Allah bagi hambanya yang mau merenungkan lalu mengaplikasikan menjadi bentuk ibadah.
Semoga Allah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kedalam hati kita khususnya kepada generasi muda masa depan Indonesia, bahwa dari bangku Pendidikan kita sedang meniti jalan menjadi hamba Allah sekaligus penghuni alam yang sesungguhnya. Wallahu a’lam bishshowab.
Depok, 27 April 2026
Ditengah Pelajaran bab Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia




