Manaqib edisi April 2024.
Oleh Muhammad Irfan Zidny, Lc
Ramadhan adalah bulan Al Qur’an diturunkan pertama kali. Selanjutnya selama kurang lebih 23 tahun Al Quran sebagai firman Allah diturunkan kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam melalui perantara Malaikat Jibril. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengajarkan seluruh cara membaca dan huruf Al Quran kepada para sahabat dengan sempurna. Kemudian para sahabat melanjutkan estafet mendidik Al Quran kepada para tabiin dan seterusnya hingga sampai kepada kita tanpa berkurang satupun huruf atau satupun cara membacanya (Qiraat). Dibulan yang mulia ini mari bersama-sama kita berikan penghargaan kepada para ulama pendidik Al Quran dengan membaca biografi singkat mereka yang terkumpul dalam istilah Qurra Asyr (sepuluh pendidik Al Quran), mereka adalah:
1. Nafi’ Al Madani
Beliau adalah Abu Ruwaim Nafi’ bin ‘Abdirrahaman bin Abi Nu’aim Al Laitsiy, berasal dari Ashfahan. Lahir sekitar tahun 70 hijriyah dan wafat di Madinah tahun 199 H.
Beliau memiliki 70 orang guru al Quran dari kalangan tabiin, perangai yang sangat baik, dan wajah yang berseri-seri. Beliau sangat zuhud dan dermawan. Beliau menunaikan shalat dimasjid Nabawi selama 60 tahun. Sebelum wafat, beliau berwasiat dihadapan putra-putranya, berikut isi wasiatnya: Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, perbaiki hubungan antar sesama, dan taatlah kepada Allah dan Rasulullah jika kalian benar-benar beriman.
Dua orang yang meriwayatkan Qira’at darinya adalah:
a. Qaaluun. Ia adalah ‘Isa bin Mainaa bin Wardaan bin ‘Isa bin Abd al-Shamad. Lahir tahun 120 H dan Wafat tahun 220 H. Diriwayatkan bahwa Nafi’ menjulukinya dengan julukan tersebut karena bagusnya bacaannya. Beliau dididik oleh imam nafi selama 20 tahun di masjid nabawi.
b. Warasy: ‘Utsman bin Sa’id bin Al Mishri rahimahullah, memiliki nama kunyah Abu Sa’id. Warasy adalah nama julukannya. Lahir tahun 110 H di kota Qift (mesir) dan wafat tahun 197 H di Mesir. Dia dijuluki dengan julukan tersebut ada yang mengatakan karena kulitnya yang sangat putih. Beliau mengkhattamkan al Quran ditangan Imam Nafi sebanyam 4 kali dalam sebulan. Suara beliau sangat merdu dan bacaan yang fasih.
2. Ibnu Katsir Al Makky (bukan Ibnu Katsir ahli tafsir).
Beliau adalah ‘Abdullah bin Katsir bin Umar bin Abdullah bin Zaadzaan bin Fairuuz bin Hurmuuz Al Makkiy. Dia adalah salah seorang Tabi’in. Lahir di makkah tahun 45 H dan wafat tahun 120 H. Kharisma beliau sangat tinggi, setiap ucapannya adalah hikmah. Beliau dididik oleh Abdullah bin Zubair, Abu Ayyub Al Anshari dan Anas bin Malik.
Dua orang yang meriwayatkan Qira’at darinya adalah:
a. Al-Bazzi: Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdillah bin al-Qaasim bin Naafi’ bin Abi Bazzah. Beliau memiliki nama kunyah Abul Hasan. Lahir dimakkah tahun 170 H dan wafat tahun 250 H pada usia 80 tahun. Beliau adalah seorang guru Al Quran, peneliti, dan Imam dan Muadzin di Masjidil Haram selama 40 tahun.
b. Qunbul: Muhammad bin ‘Abdirrahman bin Muhammad bin Khalid bin Sa’id Al-Makhzumi. Beliau memiliki nama kunyah Abu ‘Amr, dan dijuluki Qunbul. Ada yang mengatakan:”Mereka adalah Ahlul Bait di Makkah yang dikenal dengan Al Qanabilah”. Lahir dimakkah tahun 195 H dan wafat tahun 291H pada usia 96 tahun.
3. Abu Amr al-Bashri
Dia adalah Zabban bin Al ‘Alaa’ bin ‘Ammar bin al-Iryaan al-Mazini at-Tamimi al-Bashri. Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Yahya. Lahir dimakkah tahun 70 H dan wafat di Kufah pada tahun 154 H. Beliau adalah seorang pemimpin bangsa Arab. Al Ashmu’i berkata: saya tidak pernah melihat seseorang lebih alim dibanding Abu Amr. Imam Abu Ubaidah berkata: Buku-buku Abu Amr sangat banyak sehingga mencapai atap rumah, kemudian beliau memutuskan untuk fokus beribadah dan mengkhattamkan al Quran setiap 3 hari. Diantara murid beliau adalah Yunus bin Habib, Sibaweih, Al-Ashmu’i, dan Khalil bin Ahmad. Beliau memiliki sebuah stempel pribadi yang bertuliskan: Setiap manusia yang menjadikan dunia sebagai impian terbesarnya…maka ketahuilah bahwa ia telah berpegangan pada tali yang hampir terputus!.
Dan dua orang yang meriwayatkan Qira’at darinya adalah:
a. Ad-Duuriyy: Hafsh bin umar bin ‘Abdil ‘Aziz Ad Duuriyy al-Azdi. Ad Duur adalah nama sebuah tempat di Baghdad. Lahir dikota Duur tahun 150 H dan wafat dibulan syawwal tahun 246 H. Beliau seorang Ahli Quran, ilmu nahwu, dan ilmu-ilmu lain. Beliau melihat dengan mata hati (mata beliau tidak melihat). Beliau adalah guru para ulama dizamannya. Al Ahwazy berkata: hafs ad duury berkeliling dunia mencari ilmu, khususnya ilmu Qiraat.
b. As-Suusiyy: Shalih bin Ziyad bin ‘Abdillah bin Isma’il nin al-jaarud. Beliau adalah seorang pendidik dan pengajar Al Quran, serta memiliki hafalan yang kuat. Diantara murid beliau adalah Imam An Nasa’i (ahli hadits) dan putranya yang bernama Muhammad. Beliau Wafat dikota Raqqah tahun 261 H pada usia mendekati 90 tahun.
4. Ibnu ‘Amir Asy Syaami
Dia adalah ‘Abdullah bin ‘Amir bin Yazid bin Tamim bin Rabi’ah. Lahir tahun 21 H dan wafat di damaskus pada hari Asyura tahun 128 H. Beliau adalah seorang tabiin, mendapat pendidikan dari para sahabat, diantaranya Abu Hasyim Mughirah Al Makhzumi, Abu Darda, dan Numan bin Basyir. Beliau menjadi pemimpin ulama Al Quran di Syam sepeninggal Abu Darda. Beliau menjadi Imam di masjid Bani Umayah pada zaman Umar bin Abdul Aziz. Beliau menjabat sebagai Hakim Agung di Damaskus.
Dua orang yang meriwayatkan Qira’at darinya adalah:
a. Hisyam bin ‘Ammaar bin Nashir Al Qaadhi Ad Dimasyqi. Lahir tahun 153 H di Damaskus dan wafat di sana pada tahun 245 H. Beliau meriwayatkan Al Quran dari Utbah bin Hammad dan Mu’alla bin Dihyah, keduanya dari Imam Nafi. Diantara guru-guru beliau yang lain yaitu Imam Malik bin Anas, Sufyan bin Uyaynah, dan Muslim bin Khalid. Disamping Ahli Al Quran, beliau juga ahli hadits, Khatib, Mufti sehingga dijuluki ensiklopedi berjalan. Al-Asbahani berkata: Allah memberikan rizki kepada Hisyam berupa panjang umur, dan Kesehatan logika, sehingga manusia berbondong-bondong untuk belajar kepada beliau. Diantara murid beliau adalah Al Akhfasy dan Al Qasim bin Salam. Diriwayatkan oleh beberapa ahli hadits di Baghdad bahwa beliau berkata: aku telah memohon kepada Allah tujuh permohonan, enam sudah dikabulkan dan satu lagi aku tidak tahu apakah sudah dikabulkan atau belum. Aku memohon kepada Allah agar diberikan kepercayaan kepada Rasulullah, diberikan kesempatan berhaji, diberikan umur seratus tahun, diberikan rizki seratus dinar yang halal, diberikan ilmu yang bermanfaat, diberikan kesempatan berkhutbah di masjid Damaskus, semua itu telah dikabulkan, adapun yang terakhir yaitu Aku memohon agar Allah mengampuni dosaku dan dosa orangtuaku.
b. Ibnu Dzakwan: ‘Abdullah bin Ahmad bin Basyir bin Zakwan bin Amr Al Qurasi Ad Dimasyqi, beliau diberi nama kunyah Abu ‘Amr. Beliau lahir pada hari asyura tahun 173 H dan wafat di damaskus pada senin, bulan syawwal tahun 242 H. Beliau menghafal al Quran ditangan Ishak bin musayyibi (murid imam nafi). Beliau adalah seorang Guru Besar Al Quran di Damaskus pasca wafatnya Hisyam, seorang Pemimpin para ulama dan Imam di masjid Damaskus.
Diantara murid beliau adalah putranya Ahmad, dan Al Akhfasy.
Wallahu a’lam (bersambung)





