NO PERFECT LIAR

image - NO PERFECT LIAR

Bagikan

WhatsApp
Facebook
LinkedIn
X

By: Jiddah Zainab

Tak ada ciptaan Tuhan yang sia sia. Hanya saja banyak manusia yang belum faham hikmah dari banyak penciptaan Tuhan

Seperti hal nya Tuhan menciptakan lidah tak bertulang untuk makhluq ciptaannya. Kita tak. pernah tahu secara pasti mengapa Tuhan memilih semua anggota badan manusia itu memiliki tulang kecuali lidah.

Kita bisa membayangkan bagaimana kita bisa bersyukur untuk memuji Tuhan dengan ucapan lisan jika lidah kita memiliki tulang.

Tapi hebatnya Tuhan memilih syaraf – syaraf khusus yang di letakan di dalam lidah sebagai indra perasa untuk merasakan rasa asin, pahit manis dan beberapa rasa lainnya.

Sebagaimana rasa yang bisa di cecap oleh lidah, begitu pula rasa yang bisa di timbulkan melalui lidah lewat ucapan lisan seseorang.

Ucapan lisan seseorang bisa menimbulkan rasa manis atau rasa pahit bagi orang lain yang mendengarkan.

Di alam dunia, manis atau pahitnya suatu ucapan itu bisa berkaitan dengan efek psycologis penerimaan. Ucapan manis bisa diberikan dalam bentuk pujian dan ucapan pahit bisa dalam bentuk hinaan atau amarah. Ucapan manis berupa pujian bisa bersumber dari ketulusan hati hingga bisa sangat membahagiakan pendengarnya. Akan tetapi. bisa jadi juga, ucapan manis itu bersumber dari kebohongan sebagaimana ucapan pahit bisa bersumber dari sebuah kejujuran.

Kejujuran mungkin bisa menyakitkan, akan tetapi kebohongan yang terbongkar itu akan lebih sangat menyakitkan.

Tidak ada kejahatan yang sempurna sebagaimana juga tidak ada kebohongan yang sempurna.

Jika ada seseorang yang mampu menyimpan kebohongan nya pada hari ini, tidak ada yang bisa menjamin kebohongan itu bisa selamat untuk tidak terbongkar esok harinya,

Tuhan Maha Tahu atas setiap perbuatan hambanya. Sebagaimana juga Tuhan Maha Kuasa untuk menentukan kapan waktu tepat untuk membuka kebohongan hambanya.

Kebohongan itu bisa saja terbongkar hari ini, besok, lusa, atau kapan pun Tuhan berkehendak.

Kalaupun ada yang mampu menyimpan nya selama hidup di dunia dengan batin yang tersiksa, orang itu akan tetap mempertanggung jawabkannya di akhirat sebagai imbalan dosa terhadap orang yang telah di bohonginya.

Dan pada saatnya lidah akan di kunci dalam keadaan kelu oleh Tuhan di akhirat supaya tidak lagi dipergunakan hamba untuk berbohong kembali.

Tuhan banyak berfirman tentang efek negatif atau imbalan buruk suatu kebohongan dari lisan seseorang, baik efek negatif balasan di dunia maupun efek negatif ganjaran di akhirat.

Tak ada manusia yang bisa berkelit dari Kuasa Tuhan untuk bisa menjadi Pembohong yang tak pernah terbongkar kebohongannya.

Allah sebutkan di Al Qur an Surat Thaha ayat 7:

وان تجهر بالقول فإنه يعلم السر واخفى

Artinya: “Jika engkau mengeraskan ucapan mu Sesungguhnya Dia (Allah) mengetahui (ucapan) yang rahasia dan yang lebih tersembunyi (dari padanya).

Allah Maha mengetahui apapun yang terjadi di alam semesta yang dhohir ataupun yang bathin.

Jika ada seseorang mengeraskan ucapan nya untuk menyampaikan kalimat sebagai alibi untuk menutupi kebohongannya, Sesungguhnya Allah Maha memgetahui dan Maha Mendengar ucapan dhohir nya sekaligus Mengetahui dan Mendengar apa yg tersimpan di hati seseorang bahkan hal yang sengaja disembunyikan seseorang di hati nya walaupun sudah mengendap sekian lama dalam hati nya,

Bahkan apa saja yang lebih tersembunyi dalam hati yang mungkin kita sendiri tidak menyadari nya

Karena Kuasa Tuhan, siapapun manusianya tak akan pernah bisa menjadi Pembohong Yang Sempurna.

Al ‘iyaadzu billah wa nas alukal’afiyah

GUCI, 25 DESEMBER 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *