SISIHKAN RUANG HAMPA

image - SISIHKAN RUANG HAMPA

Bagikan

WhatsApp
Facebook
LinkedIn
X

Oleh Halimatus Sadiyah

Perjalanan hidup yang tak pernah ada ujungnya dalam usaha merakit hal-hal yang membahagiakan, rasanya perlu untuk kita menyisikan ruang hampa, Ruang hampa adalah ruang kecewa sebagaimana kita mampu menciptakan ruang bahagia, ruang kecewa pun harus kita sisihkan jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita atau ekspektasi manusia terhadap kita.

Masa depan memang bisa diukir dan dipersiapkan dengan usaha terbaik yang kita mampu. Tapi ketentuan terhadap apa yang yang terjadi adalah hal mutlak yang kita sendiripun tidak pernah tahu akan seperti apa dan bagaimana akhirnya. Maka apa tugas kita sesungguhnya ?

Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi hari ini, satu jam kedepan, siangnya, sorenya, malamnya, esok, lusa bahkan seterusnya. Kita tidak punya kekuatan untuk melihat apa yang terjadi dimasa yang akan datang. Tapi kita punya kekuatan untuk terus berfikir positif terhadap apapun yang terjadi. Baik buruknya catatan kehidupan akan selalu ada pembelajaran jika kita mau melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Tidak semua yang kita mau harus terpenuhi,
Tidak semua yang kita doa langsung terijabah,
Tidak semua yang kita usahakan perlu diapresiasi,
Tidak semua yang kita sukai pun akan disukai orang lain.
Maka rumus sabar dan syukur tidak akan pernah hilang dalam kehidupan.

Orang bijak pernah berkata :
“Jangan pernah batasi kesabaran dan keikhlasan yang kita miliki”

Artinya, jika masih dibatasi maka kita belum belajar dengan sebenar-benarnya tentang makna dari keduanya. Meskipun logika kita sering membantah bahwa dari keduanya pun ada batasanya.

Setiap apa yang akan kita kerjakan, sisihkan ruang hampa untuk mengingatkan bahwa kita manusia biasa, yang sedang mencoba tumbuh dari segala benturan yang ada.

Dari setiap harapan yang kita inginkan, sisihkan ruang hampa untuk kita menerima luka, biarkan diri berdamai dengan segala hal yang ada, jangan pernah menolak sesuatu yang datang sekalipun itu pahit dan menyiksa.

Menyisikan ruang hampa, berarti menyelami jiwa untuk turut adil dan terbuka menerima, terhadap apapun yang datang walau dengan penuh warna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *