ABU UBAIDAH BIN JARRAH; SANG PENAKLUK AL QUDS

image - ABU UBAIDAH BIN JARRAH ; SANG PENAKLUK AL QUDS

Bagikan

WhatsApp
Facebook
LinkedIn
X

Manaqib edisi November 2023.

Oleh: Muhammad Irfan Zidny, Lc

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Mekkah yang termasuk paling awal untuk memeluk agama Islam. Beliau masuk Islam melalui sayyidina Abu Bakar ra. Beliau memiliki perawakan tinggi, kurus, tipis jenggotnya, dan berwibawa wajahnya.

Ia ikut berhijrah ke Habasyah (saat ini Ethiopia) dan kemudian, Ia hijrah ke Madinah. Ia mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Ia merupakan salah satu calon Khalifah bersama dengan Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Ketika Umar menjabat sebagai Khalifah, pemimpin pasukan diganti Abu Ubaidah bin Jarrah. Abu Ubaidah memimpin pasukan pertempuran seluruh Syam, termasuk  pembebasan Al Quds (Yerusalem). Dalam pertempuran ini, kaum muslimin memenangkan perang dan berhasil menaklukan kota Damaskus yang menjadi ibu kota Syria pada tahun 636M. Begitu juga ketika pembebasan Kota Al Quds (Yerusalem). Ketika pasukan Islam menyerang Yerusalem, tentara Romawi Timur dipimpin oleh Jenderal Aretion dengan benteng-benteng pertahanan yang kuat. Peristiwa ini menyebabkan rakyat hampir mati kelaparan, sehingga wali kotanya membuat pernyataan yang isinya, tentara Romawi di Syria menyerah kalah.

Kota Al Quds pun diserahkan dengan syarat yang menerima Khalifah Umar bin Khatab sendiri. Pada tahun 637 setelah pengepungan selama 4 bulan terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya berhasil mengambil Alih kota tersebut.

Ketika itu, Umar memberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Chruch of the Holy Sepulchre). Akan tetapi, Umar memilih untuk salat di tempat lain agar tidak membahayakan gereja.

Pada saat mengambil alih Yerusalem, Khalifah Umar bin Khatab mengeluarkan ikrarnya yang masyhur. Kepada warga ia tetapkan:

”Demi Allah!, jaminan keamanan bagi diri mereka, kekayaan, gereja, dan salib mereka, bagi yang sakit, bagi yang sehat, dan seluruh masyarakat beragama di Kota Suci itu; bahwa gereja-gereja mereka tidak akan diduduki atau dihancurkan, takkan ada satu barang pun diambil dari mereka atau kediaman mereka, atau dari salib-salib maupun milik penghuni kota, bahwa para warga tidak akan dipaksa meninggalkan agama mereka, bahwa tak seorang pun akan dicederai. Dan bahwa, tak seorang Yahudi pun akan menghuni Aelia.”

Didalam kitab Fadhoil Shohabah karya Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Ubaidah bin al-Jarrah memiliki beberapa keutamaan dalam Islam, di antaranya adalah:

  1. Termasuk dalam Assabiqunal Awwalun, atau rombongan pertama yang masuk Islam.
  2. Orang kepercayaan Umat ini Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya setiap umat memiliki amin (orang yang paling amanah/kepercayaan), dan amin umat ini adalah Abu Ubaidah.”
  3. Turut serta dalam Perang Badar dan berbagai pertempuran lain bersama Rosulullah sholallahu alaihi wasallam, dan berbagai pertempuran lain setelah Rosulullah sholallahu alaihi wasallam wafat.
  4. Dipilih menjadi Panglima perang oleh Rasulullah sholallahu alaihi wasallam di Perang Dzatus Salasil.
  5. Diutus oleh Rasulullah sholallahu alaihi wasallam ke Najran, Yaman untuk berdakwah, mengajar Al-Qur’an, As Sunnah dan Islam. Ketika penduduk Najran datang kepada Rasulullah sholallahu alaihi wasallam untuk meminta pengajar, Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh aku akan mengirimkan bersama kalian seorang yang terpercaya, benar-benar terpercaya, benar-benar terpercaya”. Dan orang dimaksud Rasulullah sholallahu alaihi wasallam tersebut tidak lain adalah Abu Ubaidah bin Jarrah ra.
  6. Dipilih oleh khalifah Umar bin Khattab menjadi panglima perang Di Syam melawan Romawi menggantikan Khalid bin Walid.
  7. Diberi gelar Amirul Umara, pemimpinnya pemimpin. Meski demikian beliau tetap Rendah hati dan berkata, “Wahai umat manusia, saya ini adalah seorang muslim dari suku Quraisy. Siapa saja diantara kalian baik ia berkulit merah atau hitam, yang lebih bertaqwa daripada diri saya, hati saya ingin sekali berada dalam bimbingannya”.
  8. Diangkat oleh Khalifah Umar bin Khattab sebagai pemimpin di syam.
  9. Sangat tawadhu meskipun memiliki jabatan yang tinggi. Suatu ketika Sayyidina Umar berkunjung ke rumah Abu Ubaidah bin Jarrah, sedang saat itu Abu Ubaidah telah menjadi pemimpin Syam. ternyata dirumahnya tidak ditemukan satupun perabot rumah tangga, kecuali hanya pedang, tameng dan pelana binatang tunggangannya. Umar bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak mengambil bagian untuk dirimu sendiri, sebagaimana yang dilakukan orang lain,?” Abu Ubaidah menjawab, “Wahai amirul mukminin, keadaan ini telah menyebabkan hatiku lega dan merasa tenang”.

(Abu ubaidah) Amir bin jarrah ra wafat pada tahun 639 M/18 H pada usia 58 tahun dan dimakamkan di Balawinah-Yordania.

Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *