TERTINGGAL BUKAN BERARTI GAGAL

image - TERTINGGAL BUKAN BERARTI GAGAL

Bagikan

WhatsApp
Facebook
LinkedIn
X

Oleh: Ustadzah Halimatussadiyyah, M. Pd

“Ada yang beruntung dipercepat, untuk belajar mendahulukan syukur. Ada juga yang beruntung diperlambat untuk belajar mendahulukan sabar. Pada akhirnya semua tentang waktu, tidak ada yang salah dari keterlambatan dan ketertinggalan, hanya tugas kita adalah berusaha semaksimal mungkin”

Setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan dalam hal apapun, sehingga terkadang semua rasa hadir dalam diri, dari mulai insecure sampai pada tahap putus asa. Bangun dari keterpurukan memang tidak mudah, berkali-kali mungkin sudah dicoba tapi hati masih selalu mentoleransi apa yang diinginkan, padahal harusnya kita bangkit untuk bisa menghadapi apapun yang terjadi.

Dalam rumus kehidupan, manusia memang harus menjadi manusia adaptif, manusia yang mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang ada, tak sedikit memang rintangan, tantangan dan cobaanya, tapi saat manusia mampu beradaptasi dengan apa yang terjadi ia akan mampu melewati hari-harinya dengan tetap tenang dan damai.

Terkadang, syukur baru kita ucap setelah hal bahagia menghampiri. Padahal sesungguhnya jika kesulitan hadir dalam hidup kita, kemudian kita menerima dengan baik dan lapang disitulah tempat syukur yang sesungguhnya. Allah Maha Mengetahui kepada siapa tantangan dihadirkan, maka dari itu bersyukurlah jika banyak kegagalan yang kita dapatkan, itu mungkin tanda kasih sayang Allah kepada kita yang memberikan hikmah dan pembelajaran bahwa manusia harus tetap berjuang, terutama dalam menggapai ridho-Nya.

Tertinggal bukan berarti gagal, mungkin bagi kebanyakan orang mendefiniskan arti tertinggal itu selalu disandingkan dengan kegagalan, atau justru diri kita sendiri yang selalu medoktrin untuk terus berfikir seperti itu? sangat jelas memang jika kita seringkali tidak puas atas apa yang kita inginkan atau bahkan marah saat harapan kita tak sebanding lurus dengan kenyataan, itu karena diri dan fikiran kita yang selalu berfikir kebelakang, sehingga alam bawah sadar juga mengikuti apa yang larut dalam perasaan kita, padahal jika kita terus berusaha meyakinkan apapun yang datang dalam hidup kita itu adalah hal yang baik, mungkin kita akan selalu berfikri bahwa ini adalah sebuah proses perjalanan menjadi manusia yang lebih baik.

Jangan takut dengan perkataan manusia, jangan takut dengan harapan manusia yang belum mampu kita penuhi, jangan takut menemui kegagalan-kegagalan selanjutnya, jangan takut untuk bangkit dari segala keterpurukan, jangan takut untuk melawan perasaan yang mampu merusak gerak kita dan jangan berhenti menjalankan kehidupan yang lebih baik hanya karena kita belum menemukan titik kebahagian. Ketahuilah, kebahagiaan hadir tidak hanya prihal apapun yang kita pikirkan dan inginkan, lihatlah sekitar, lihatlah orang yang membersamai, lihatlah hal-hal kecil yang mampu memberi ketenangan, disitulah kamu menemukan bahwa Allah Maha Besar dalam mengabulkan dan menentukan setiap harapan-harapan manusia yang masih banyak kekurangannya seperti kita.

Ingat sekali lagi, tertinggal bukan berarti gagal, kita hanya perlu bersabar atas apapun yang kita sudah usahakan, karena pada dasarnya kita tetap akan menang pada zona waktu kita sendiri yang sudah Allah tetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *